Yamaha Lexi

AJI Kecam Dugaan Kekerasan Terhadap Jurnalis saat Mayday di Bandung

  Rabu, 01 Mei 2019   Nur Khansa Ranawati
(Pixabay.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung mengecam kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian kepada dua jurnalis foto, Iqbal Kusumadireza (Rezza) dan Prima Mulia, saat bertugas di aksi May Day atau Hari Buruh di sekitar Jalan Dipatiukur, Rabu (1/5/2019).

Ketua AJI Bandung, Ari Syahril Ramadhan, mengatakan, aparat kepolisian semestinya dapat menghormati tugas jurnalis yang telah dilindungi Undang-undang. Terlebih, dua jurnalis tersebut telah menunjukan identitas masing-masing ketika diminta.

"Tugas jurnalis dilindungi oleh Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999, seharusnya aparat menghormati itu. Apalagi ketika jurnalis sudah menunjukkan identitasnya," tegasnya.

Ari mengatakan, dalam pasal 18 Undang-undang Pers disebutkan bahwa seorang wartawan yang sedang melaksanakan tugas jurnalistik dilarang dihambat atau dihalangi oleh pihak manapun. 

“Ancaman pidananya paling lama dua tahun,” katanya. 

AYO BACA : AJI Bandung Kecam Ancaman Terhadap Jurnalis

Berdasarkan keterangan resmi yanng dikeluarkan AJI, kejadian berlangsung pada siang hari, berawal dari Rezza dan Prima memantau kondisi pergerakan massa buruh yang akan berkumpul di Gedung Sate, selepas aksi yang dilakukan AJI Bandung pada peringatan Hari Buruh Internasional. 

Kemudian, di sekitar  Jalan Dipatiukur, Prima dan Reza melihat ada keributan antara polisi dengan massa  yang didominasi berbaju hitam-hitam. Keduanya melihat polisi sedang memukuli massa. 

Kondisi tersebut membuat Rezza dan Prima langsung membidikkan kamera ke arah kejadian. Ketika pindah lokasi untuk mengabadikan gambar lain, Rezza tiba-tiba dipiting oleh seorang anggota polisi. Menurut Rezza, polisi tersebut dari satuan Tim Prabu Polrestabes Bandung. 

Polisi disebut sempat membentak dengan pertanyaan "dari mana kamu?". Pertanyaan tersebut dijawab dengan menunjukkan ID Persnya. Setelah itu, Rezza mengatakan polisi tersebut merampas kamera yang dipegang Rezza sambil menginjak lutut dan tulang kering kaki kanannya berkali-kali. Kemudian menghapus sejumlah foto yang berhasil diabadikan Rezza.

“Sebelum kamera diambil juga udah ditendang-tendang. Saya mempertahankan kamera saya. Sambil bilang saya jurnalis,” kata Reza. 

AYO BACA : Pesan Toleransi dalam

Akibat kejadian tersebut, Rezza mengalami luka memar pada kaki kanannya. Sedangkan Prima Mulia mengalami hal yang sama. Namun, Prima tidak mendapat kekerasan fisik dari polisi. Prima mengaku disekap oleh tiga orang polisi. Dia diancam dan foto-fotonya dihapus. Salah satu polisi itu mengatakan “Mau diabisin?”

Menanggapi hal ini, salah satu Tim Prabu 3, Ipda Suyanto Katim, mengatakan bahwa dirinya sempat dimintai tolong oleh Reza selepas kameranya dirampas. Pihak yang merampas kemudian telah mengembalikan kameranya. Dia juga mengatakan dirinya dan Reza saling mengenal satu sama lain.

"Kami di sini mengklarifikasi kejadian yang viral tersebut, saya membantu rekan media. Salah satu (wartawan) media tersebut kenal dengan saya. Dia minta tolong, 'komandan kamera saya diambil'. Spontan saya minta kamera dikembalikan," jelasnya.

Dia mengatakan, perampasan kamera bukan dilakukan oleh Tim Prabu atau khususnya Tim Prabu 3 sebagaimana kabar yang beredar. 

"Tapi (perampasan) bukan dilakukan oleh Tim Prabu atau tim saya. Dengan spontan kamera tersebut dikembalikan oleh yang bersangkutan. Dari sana saya menindaklanjuti kembali kejadian yang di jalan Dipatiukur," jelasnya.

Dia menegaskan bahwa kamera yang sempat dirampas telah dikembalikan. Adapun nomor kendaraan yang sempat diduga sebagai pelaku tindak represi terhadap media, yakni D 5001 TBS, diakui Suyanto, merupakan milik anggota timnya. Namun, dia mengatakan tidak ada timnya yang melakukan kekerasan.

"Kendaraan yang telah viral di situ kendaraan Tim Prabu, D 5001 TBS. Tapi ini tim saya, Prabu 3. Saya jamin tidak ada tindakan represif apapun apalagi ke media," jelasnya.

AYO BACA : AJI Bandung Kecam Tindakan Represif Polisi di Sidang Buni Yani

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar