Yamaha Mio S

Agus Anggota KPPS Laksanamekar Padalarang Meninggal Dunia Karena Kelelahan

  Rabu, 01 Mei 2019   Faqih Rohman
Kediamana Agus Sutisna. (Faqih Rohman Syaefi/Ayobandung.com)

PADALARANG, AYOBANDUNG.COM--Agus Sutisna anggota KPPS TPS 23 Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat meninggal dunia pada Selasa (30/4/2019) sekitar pukul 21.30 WIB. Agus meninggal diduga karena kelelahan setelah menjalankan tugasnya.

Ketua KPPS 23, Wawan menyebutkan sebelum hari pencoblosan, kondisi Agus sudah kurang nafsu makan. Bahkan Wawan pun harus memaksanya untuk makan agar kondisi badannya bugar dan sehat.

Agus makan sudah agak kurang, jadi gak nafsu. Sempet saya tanya dan paksakan untuk makan, ujarnya, Rabu (1/5/2019).

AYO BACA : 2 Anggota KPPS KBB Meninggal Dunia

Setelah penghitungan suara yang berlangsung hingga subuh, kata Wawan kondisi kesehatan Agus sudah mulai menurun. Dia pun menyuruhnya pulang ke rumah untuk beristirahat dan meminum vitamin.

Karena paginya sudah tidak enak, saya suruh saja pulang lalu minum obat dan agak mendingan. Bahkan dari tanggal sesudah pemilihan belum masuk kerja, katanya. 

Dia mengatakan selasa sore, kesehatan Agus semakin memburuk. Kondisi ini, pihak keluarganya kemudian membawa Agus ke Rumah Sakit Kharisma untuk berobat. 

AYO BACA : Kembali, Satu Anggota KPPS di Bandung Barat Meninggal Dunia

Sore kemarin udah drop kesehatannya, sempat kejang-kejang dan lambung kayaknya. Kata dokter harus dirawat, tetapi gak ada ruangan lalu dirujuk ke Rumah Sakit Cibabat sekitar pukul 20.00 WIB, jelasnya. 

Ditambahkannya, Agus tidak memiliki riwayat penyakit. Namun, setelah pemilihan kesehatan semakin menurun karena tidak nafsu makan.

Sementara itu, Anggota PPS Logistik Desa Laksanamekar, Supriatman berharap kepada KPU KBB dan KPU Pusat RI untuk memberikan santunan kepada kelurga anggota KPPS yang meninggal dunia. Hal tersebut, karena keluarga Agus dinilai sangat membutuhkan.

Ini agar segera ditindaklanjuti, mengingat keluarganya betul membutuhkan sosok ayah, baik itu perekonomian. Karena anaknya yang paling besar tidak mungkin dapat bekerja karena ada keterbelakangan dalam fisik, ucapnya. 

Ketua KPU KBB, Adie Saputro mengungkapkan pihaknya akan memberikan santunan kepada keluarga, tetapi untuk nominal santunan belum bisa dipastikan karena menunggu keputusan pusat. 

Santunan ada, dan sedang menunggu keputusan KPU RI, pungkasnya.

AYO BACA : Keluarga Petugas KPPS yang Meninggal Dapat Santunan Rp36 Juta

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar