Yamaha

Masih Awal Tahun, Korban Bencana di Indonesia Sudah Naik 192%

  Rabu, 01 Mei 2019   Fira Nursyabani
Ilustrasi korban bencana alam yang mengungsi. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan jumlah korban jiwa akibat bencana untuk periode Januari hingga April 2019 mengalami peningkatan 192% bila dibandingkan dengan 2018.

Pada 4 bulan pertama di 2018, jumlah korban yang meninggal dan hilang akibat bencana 150 orang, sedangkan pada 4 bulan pertama 2019 terdapat 438 orang meninggal dan hilang.

AYO BACA : 17 Tewas dan 14 Hilang dalam Banjir dan Longsor di Bengkulu

Begitu juga jumlah korban luka-luka yang mengalami peningkatan 212%. Korban luka pada 4 bulan pertama di 2018 mencapai 461 orang, sedangkan 4 bulan pertama 2019 mencapai 1.439 orang.

Ia menuturkan, peristiwa bencana pada periode yang sama bahkan meningkat 192%. "Pada 4 bulan pertama 2018 terjadi 1.480 bencana, sedangkan empat bulan pertama 2019 terjadi 1.586 bencana," kata Sutopo dalam jumpa pers yang diadakan di Jakarta, Selasa (30/4/2019).

AYO BACA : Edukasi Mitigasi Bencana Sesar Lembang Bisa Minimalisir Dampak

Berdasarkan sebaran kejadian per provinsi, bencana paling banyak terjadi di Jawa Tengah (472), Jawa Barat (367), Jawa Timur (245), Sulawesi Selatan (70), dan Aceh (51). Sedangkan sebaran bencana per kabupaten/kota paling banyak terjadi di Sukabumi (50), Semarang (43), Bogor (42), Majalengka (38) dan Temanggung (37).

"Statistik ini bukan hanya memuat angka-angka, tetapi memiliki makna bahwa ancaman bencana terus meningkat. Peningkatan bencana pada 2019 disebabkan curah hujan tinggi yang memicu banjir dan longsor," kata Sutopo.

Menurut dia, penyebab utama peningkatan bencana adalah kombinasi antara faktor alam dan faktor antropogenik atau aktivitas manusia. Sutopo mengatakan tingkat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana besar masih rendah. Mitigasi, baik struktural dan non struktural masih belum dijadikan prioritas dalam pembangunan di daerah.

"Upaya penanganan bencana masih banyak menitikberatkan pada darurat bencana. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan masih perlu ditingkatkan," tuturnya.

Sutopo berharap kejadian bencana yang terus meningkat menjadi pembelajaran agar tidak terulang kembali. Kalaupun terjadi bencana, dampaknya dapat diminimalkan. "Karena itu pengurangan risiko bencana dan mitigasi bencana harus terintegrasi dalam pembangunan. Pengurangan risiko dan mitigasi bencana harus menjadi investasi dalam pembangunan," katanya.

AYO BACA : Dampak Munculnya Lubang Raksasa, BPBD Sukabumi Bangun Jalan Darurat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar