Yamaha

Komnas Perempuan Dorong Kesetaraan Upah Perempuan dan Laki-laki

  Selasa, 30 April 2019   Fira Nursyabani
Ilustrasi buruh perempuan. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menyoroti kesetaraan upah bagi perempuan pekerja menjelang peringatan Hari Buruh. Komisi ini menyatakan bahwa masih ada perempuan pekerja yang mendapat upah lebih rendah dibandingkan dengan lelaki yang bekerja pada posisi yang sama.

AYO BACA : KSPI: 50.000 Buruh dari 3 Provinsi akan Peringati May Day

"Padahal posisi dan kapasitasnya sama, tetapi masih ada perempuan pekerja yang mendapatkan upah yang lebih rendah daripada laki-laki pekerja," kata Komisioner Komnas Perempuan Magdalena Sitorus, Selasa (30/4/2019).

AYO BACA : Ini Upaya Pemkot Bandung Tingkatkan Kesejahteraan Buruh

Magdalena mengatakan bahwa masih ada pengusaha yang tidak memiliki perspektif gender sehingga melakukan diskriminasi terhadap perempuan pekerja. Hal ini bisa dikategorikan sebagai bentuk kekerasan terhadap perempuan.

Menurut dia, perlu ada perubahan sistematis pengaturan upah pekerja untuk menghilangkan diskriminasi terhadap pekerja perempuan. "Sebenarnya sudah ada beberapa pihak yang membuat gerakan menerima pengaduan pelanggaran hak-hak perempuan pekerja, tetapi itu belum menjadi sistem sehingga belum merata," tuturnya.

Magdalena mengatakan perempuan pekerja bisa saja mengeluhkan langsung diskriminasi yang dialaminya, namun itu bisa membuat mereka berisiko kehilangan pekerjaan. "Ada relasi kuasa. Karena itu negara harus hadir untuk memperbaiki sistem sehingga perusahaan-perusahaan tidak melakukan diskriminasi terhadap perempuan pekerja," katanya.

AYO BACA : Oded Pastikan UMK 2019 Sesuai Harapan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE