Yamaha Aerox

Imam Nahrawi Akui Rombongan Kemenpora Gunakan Anggaran Negara untuk Umrah

  Selasa, 30 April 2019   Fira Nursyabani
Menpora Imam Nahrawi menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan suap dana hibah KONI dengan terdakwa Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (29/4/2019). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengakui bahwa ia dan rombongan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melakukan ibadah umrah dengan menggunakan anggaran Kemenpora.

"Apa umrah ada di anggaran Kemenpora?" tanya jaksa penuntut umum (JPU) KPK Budi Agung Nugroho di di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (29/4/2019).

"Tidak," jawab Imam.

AYO BACA : Setya Novanto Berkeliaran di Restoran, Ini Kata Ditjen Pas

"Tapi berangkat pakai anggaran Kemenpora?" tanya jaksa Budi.

"Iya," jawab Imam.

Keberangkatan Imam bersama rombongan Kemenpora dilakukan pada November 2018. "Pada akhir November 2018 saya diundang Federasi Paralayang Asia ke Jeddah dan oleh pemuda-pemuda di jeddah bersama PCNU (Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama) saya diundang dan tentu siapapun muslim sampai ke Jeddah sekalian melaksanakan ibadah umrah," ungkap Imam.

AYO BACA : Polling: 4 Lokasi Calon Pengganti Ibu Kota Jakarta, Apa Pilihan Kamu?

Imam mengaku keberangkatannya menggunakan anggaran sekretariat Kemenpora. "Kalau saya menggunakan anggaran Sekretariat Kemenpora sedangkan untuk keberangkatan deputi menggunakan anggaran kedeputian masing-masing," ungkap Imam.

Salah satu deputi yang ikut umrah juga adalah Deputi IV Mulyana yang menjadi tersangka dalam kasus suap dana hibah KONI. "Semua deputi ada untuk umrah," tambah Imam.

Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Ending Fuad Hamidy, biaya umrah tersebut dimintakan ke KONI oleh asisten pribadi Menpora, Miftahul Ulum, sebanyak Rp3 miliar.

Imam bersaksi untuk terdakwa Ending Fuad Hamidy yang didakwa menyuap Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana dengan satu unit mobil Fortuner, uang Rp400 juta, dan satu unit ponsel Samsung Galaxy Note 9 serta Asisten Olahraga Prestasi pada Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Adhi Purnomo dan Staf Deputi IV Olahraga Prestasi Kemenpora Eko Triyanta senilai Rp215 juta.

Suap itu diberikan agar Kemenpora mencairkan dana hibah tugas pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi Olahraga Nasional pada multi event Asian Games ke-18 dan Asian Para Games ke-3 pada 2018 senilai Rp30 miliar, serta dana pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun 2018 sejumlah Rp17,971 miliar.

AYO BACA : Menteri ESDM: Reklamasi Pascapenambangan Hukumnya Wajib

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar