Yamaha Lexi

Warga Desa Jatisari Kembangkan Kompor Berbahan Bakar Wood Pelet

  Minggu, 28 April 2019   Mildan Abdalloh
Pengguna kompor berbahan wood pelet di Desa Jatisari, Kecamatan Cangkkuang, Kabupaten Bandung.

CANGKUANG, AYOBANDUNG.COM-- Kebutuhan bahan bakar gas untuk ramadan biasa meningkat drastis saat ramadan. Tidak heran, setiap bulan suci banyak masyarakat kesulitan mencari gas.

Bekaca dari mahal dan sulitnya mendapat gas elpiji, warga Desa Jatisari, Kecamatan Cangkkuang yang tergabung dalam BUMDes setempat melakukan inovasi dengan membuat kompor dan bahan bakar terbuat dari serbuk kayu yang dipadatkan atu disebut wood pelet. 

Kompor yang menggunakan wood pelet bisa menjadi alternatif pengganti bahan bakar gas atau elpiji.

Salah seorang peneliti BUMDes Berkah, Muhammad Abi mengatakan, kompor dan wood pelet yang dibuatnya mempunyai sejumlah kelebihan.

"Banyak kompor sejenis yang dijual ke pasaran. Tapi yang kami buat tidak perlu menggunakan listrik untuk blower," tutur Abi, Minggu (28/4/2019).

Hal tersebut dikarenakan para peneliti di BUMDes Berkah Desa Jatisari telah melakukan pengebangan produk sejenis, sehingga api yang dihasilkan lebih baik.

Pembakaran yang efektif menjadikan waktu memasak lebih singkat dibandingkan dengan menggunakan kompor pada umumnya. Contohnya saja, untuk memasak air hanya diperlukan waktu beberapa menit, padahal jika menggunakan kompor biasa waktu yang dibutuhkan mencapai 15 menit.

"Panas yang dihasilkan setara dengan batu bara. Apinya juga tidak terlihat," katanya.

Kelebihan lain dari kompor wood pelet buatan BUMDes Berkah adalah sisa pembakaran yang tidak membekas pada alat masak. Sehingga alat masak seperti wajan atau panci tidak akan berubah warna menjadi hitam seperti bekas pembakaran dari bahan bakar kayu.
 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar