Yamaha Lexi

Peringatan Puncak Hari Kesiapsiagaan Bencana 2019 Siap Digelar di Lembang

  Jumat, 26 April 2019   Fira Nursyabani
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memasang rambu di zona Sesar Lembang di tiga titik yang tersebar di Kabupaten Bandung dan Bandung Barat guna mengingatkan warga akan potensi bencana Sesar Lembang. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

LEMBANG, AYOBANDUNG.COM -- Peringatan puncak Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2019 pada 26 April mendatang dengan 53 juta partisipan se-Indonesia siap digelar di Lembang. Pada Jumat (26/4/2019), sejumlah peserta mulai memenuhi Lapangan Sesko TNI AU di Lembang.

Mereka terdiri atas unsur Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Pramuka, militer, dan unsur terkait lainnya. Lembang menjadi lokasi peringatan HKB 2019 guna mengingatkan publik karena menyimpan potensi bencana Sesar Lembang.

AYO BACA : BNPB: Perempuan Efektif Didik Kesiapsiagaan Bencana

Kepala Pusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho berharap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta organisasi perangkat daerah (OPD) kabupaten/kota dan provinsi dapat tampil optimal dalam mengukur kemampuan dan kekuatan daerah terkait dengan penanggulangan bencana.

HKB pertama kali dicanangkan pada 2017. Pada puncak HKB 2019 akan diadakan deklarasi relawan bela alam, geladi lapang, penandatanganan nota kesepahaman, video konferensi, peluncuran buku katalog potensi bencana, penyerahan hadiah lomba literasi kebencanaan, penanaman pohon, dan pemberian bibit pohon kepada relawan untuk ditanam di sepanjang 29 kilometer patahan Sesar Lembang.

AYO BACA : Gandeng Lintas Sektor, BNPB Sederhanakan Informasi Bencana

Kegiatan akan diakhiri dengan penelusuran patahan Lembang yang berakhir di Tebing Karaton. Wartawan dan peserta akan dijelaskan oleh pakar tentang terjadinya patahan Sesar Lembang dan apa yang terjadi jika ada gempa bumi. Sesar Lembang merupakan patahan sepanjang 29 kilometer yang terletak di bagian utara Kota Bandung.

Sutopo mengatakan patahan Lembang adalah patahan aktif yang bergerak 3-5,5 milimeter per tahun. Hal itu dapat terlihat di bagian utara yang terjadi penurunan dan bagian selatan terangkat. Daerah yang dilewati oleh Sesar Lembang, adalah Cihideung, Bosscha, dan Gunung Batu.

Proses tektonik itu mengakibatkan terbentuknya suatu gawir atau dinding terjal yang merupakan bidang gelincir dari Sesar Lembang. Gawir tersebut dapat dilihat dengan jelas dari Lembang ke arah timur, sedangkan beberapa daerah yang terangkat akibat aktivitas Sesar Lembang adalah Gunung Palasari, Gunung Lembang, Observatorium Bosscha di bagian timur, Jambudipa di bagian barat, Batu Nyusun, Gunung Batu, Cihideung, dan Bukit The Peak.

AYO BACA : Kepala BMKG Dwikorita Ingin Perempuan Indonesia Tangguh Bencana

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar