Yamaha

Asyiknya Menjadi Santri

  Kamis, 25 April 2019   Netizen
Santri. (nu.or.id)

Tradisi pesantren yang tidak lepas dari karakteristik santri yang unik. Di sebuah pesantren di Cirebon tepatnya di Desa Babakan memiliki keunikan sangat menarik untuk dibahas sebagai sajian refleksi dari kabar burung yang akhir-akhir ini memojojokan orang Islam. Tidak sedikit berbeda dengan pesantren pada umumnya yang lebih mengutamakan urusan akhirat kereligian dibanding dengan duniawi.

Santri adalah aset bangsa indonesia yang sangat luar biasa karena kemampuanya dalam menjaga kultur karakter bangsa, serta berperan sebagai historis dan strategis dalam kemerdekaan bangsa kita. Dengan karakter uniknya yang semangat berkorban, mandiri, bersahaja, egaliter dan tawaduk. Karakter yang seharusnya wajib dimiliki seluruh masyarakat Indonesia, karena dengannya Indonesia akan berdiri kokoh.

Santri yang terbiasa hidup mandiri tanpa kehadiran orang tua, tidur dengan menggunakan kasur tipis makan dengan seadanya. Melatih mereka dalam kedewasaan dan selalu bersyukur atas nikmat yang meraka rasakan. Saat-saat di rumah dan berkumpul dengan keluargalah yang selalu mereka rindukan itulah yang menjadikan karakteristik santri sangat unik.

Karakteristik santri yang unik, menjadikannya tumbuh sebagai generasi madiri yang anti terhadap segala bentuk penjajahan. Santri telah membuktikan dirinya sebagai kekuatan dalam mengusir penjajah pada masa kolonialisme, dengan semangatnya yang rela mengorbankan jiwanya untuk Indonesia. 

Dengan kemajuan zaman yang semakin maju, yang membuat masyarakat yang konsumtif sehingga melahirkan kaum hedonis. Santri mampu mengikis itu semua, karena santri mampu mengerem kebutuhan duniawinya mengonsumsi media massa, dengan lebih memgedepan kepentingan akhiratnya.

AYO BACA : Uu: Santri Tani Milenial Wujudkan Kestabilan Pangan

Oleh karena itu, peran santri perlu dimiliki seluruh generasi muda bangsa Indonesia melihat tantangan globalisasi yang semakin keras. Agar generasi muda bangsa inimampu mengendalikan dan menyesuaikan perkembangan global, menjadikanya dampak positif dan mengikis kenegatifan dampak dari perkembangan globalisasi tersebut.

Karena dalam setiap istighasah, dzikir dan do’a yang santri selalu menyelipkan do’a untuk masyarakat dan bangsanya, karena jiwanya yang yang selalu berkobar rela berkorban demi negara bagi mereka itu adalah syahid. Layaknya ikut berperang dizaman rasulullah yang pasti akan diberi zaminan syurga baginya.

Setiap malam Jumat santri babakan mengadakan istigotsah yang bertempat di pemakaman makbaroh ayahanda dari K.H Makhtum Hanan (almarhum) yakni K.H Abdul Hannan (almarhum). Dengan istighotsah akbar atau besar-besaran yang dilakukan tiga bulan sekali yang dihadiri oleh ribuan santri dan masyarakat sekitar maupun luar daerah yang berbondong-bondong ingin mendapatkan berkah.

Dan biasanya masing-masing orang membawa air mineral yang dibuka tutupnya saat istigotsah berlangsung, yang dipercaya air itu bisa mmebrikan ketenangan dan membantu penyembuhan penyakit. Karna saat air didengarkan dengan suara-suara merdu seperti musyik dan lantunan ayat Alquran akan membentuk kristal air yang akan semakin indah dan berhasiat apabula itu mengandung makna.

Setiap tahunya santri babakan memiliki agenda khataman, yakni bentuk rasa syukur mereka karena telah mengkhatamkan/menamatkan Alquran ataupun kitab kuning. Yang dislenggarakan dengan mengundang orang tua dari santri lalu membacakan ulang kitab kuning yang telah dikhatamakan barulah setelah itu do’a. tak jarang banyak santri dan orang tua yang menangis terharu bahagia, karena khatam berarti selesailah ia dalam mengakaji kitab kuning tersebut dan berganti ke kitab lainya yang lebih tinggi tingkatannya.

AYO BACA : Ratusan Santri Ikut Pesantren Lingkungan di Sungai Citarum

Di pesantren tahfidz, yang focus daalm mengahafal Alquran khataman adalah pertanda bahwa mereka telah mengahapal selur ayat dari Alquran. Meski mereka bertanggung jawab berat atas hafalanya sebagai Alquran hidup, namun sebanding dengan janji yang Allah berikan yakni syurga baginya para penghafal Alquran.

Berbeda lagi dengan pesantren modern yang lebih mengutamakan bahasa arab dan inggris dalam keseharinya, di akhir tahun akan dilaksanaknya Panggung Gembira (PG) sebagai ungkapan rasa syukur. Di PG para santri akan menampilkan persembahan akhir seperti tarian daerah dan masih banyak lagi.

Santri babakan juga mengadakan ziaraoh ke wali yang Sembilan tiap tahunya, dengan tujuan mengingatkan mereka akan kematian yang bisa dating kapan saja serta mengenang jasa para wali dalam menyebarkan agama islam di masa silam. Dan biasanya para santri membaca-bacaan dzikir dan istigotsah  yang dipimpin oleh santri senior sambil menghadap makam wali. Bukan hanya itu santri juga mengunjungi goa yang menjadi tempat bertapa ataupun tapak tilas dari para wali.

Banyak lulusan pesantren yang menjadi pemimpin rakyat, bukan hanya sekedar pemimpin tapi pemimpin yang amanah bagi rakyat. Karna jiwa santri yang akan selalu tertanam dalam diri mereka, itu adalah modal dan kebangganyangbtidak dimiliki mereka yang tidak pernah merasan menjadi santri.

Maka dari itu, mari menjadi santri, selain memperdalam ilmu agama santri juga bisa menjadi kebanggaan bangsa indonesia. Begitu mengasyikanya menjadi santri, santri yang teladan dan juga membahagiakan orang tua. Karna anak yang sholeh dan sholehah menjadi tabungan orang tua di akhirat nanti. 

Ayu Evita Maulid Samrotul Jannah

AYO BACA : Pesantren Sebagai Inkubator Revolusi Mental Generasi Muda

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar