Yamaha Lexi

Ancaman Pascapemilu, Menhan: Jangan Disundut-sundut dan Dibakar-bakar

  Rabu, 24 April 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu. (Eneng Reni Nuraisyah Jamil/Ayobandung.com)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu tidak mendeteksi adanya ancaman teroris dan pemberontakan usai Pemilu serentak 2019. Sejauh ini, Ryamizard menyebut situasi Bangsa Indonesia usai gelaran pesta demokrasi lima tahunan itu masih berjalan kondusif.

AYO BACA : Bahas Permasalahan Pasca-Pemilu, Wiranto Gelar Rakorsus Tingkat Menteri

"Saya rasa ancaman sebelum Pemilu juga sudah ada ya. Tapi yang jelas ancaman nyata kita teroris hingga pemberontakan, itu yang berulang-ulang itu," ungkap Ryamizard usai memberikan pengarahan pada ratusan prajurit Kodam III Siliwangi, Rabu (24/4/2019).

AYO BACA : Bambang Widjojanto: Pemilu 2019 Terparah Sejak Reformasi

Ryamizard juga menuturkan usai pengamatan pihaknya ke beberapa wilayah pascapemilu, tidak terdeteksi ancaman teroris hingga pemberontakan yang disinyalir bisa menggangu kedaulatan bangsa. 

Meski demikian, Ryamizard mengingatkan prajurit TNI untuk peka terhadap berbagai ancaman di wilayah bertugasnya. Prajurit TNI pun, kata dia harus bisa mendeteksi beragam ancaman kedaulatan negara untuk menjaga keutuhan NKRI dari segala ancaman.

"Saya rasa tidak ada apa-apa (pascpemilu), di Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera gak ada masalah. Kalau ancaman kamtibmas sama polisi cukup lah. Tapi potensi ancaman pascapemilu mudah-mudahan gak ada masalah. Asal jangan disundut-sundut saja, dibakar-bakar saja," ujarnya.

AYO BACA : Menkopolhukam: Angka Partisipasi Pemilu 2019 Capai 80.90%

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar