Yamaha Lexi

Jabar sebagai Provinsi Pariwisata, Mungkinkah?

  Kamis, 25 April 2019   Dadi Haryadi
Gunung Padang, salah satu destinasi wisata di Jawa Barat. (DJOKO SUBINARTO)

Infrastruktur pariwisata di Jawa Barat (Jabar) perlu terus ditingkatkan apabila kita ingin melihat Jabar mewujud sebagai provinsi pariwisata di Indonesia.

Jabar memiliki banyak potensi pariwisata yang perlu dikembangkan. Pemprov Jabar berkomitmen mengembangkan potensi pariwisata ini agar bisa menjadi pendorong kekuatan ekonomi di kabupaten/kota. Pada saat yang sama, diharapkan pula Jabar bakal menjadi Provinsi Pariwisata di Indonesia.

Demikian diutarakan Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, saat membuka Kompetisi Pariwisata Indonesia (KPI) ke-10 di Pendopo Tonny Soewandito, Kampus Politeknik Negeri Bandung (Polban), Ciwaruga, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, seperti dikutip ayobandung.com, Rabu (24/4/2019).

Pertanyaannya adalah: akankah Jabar sebagai provinsi pariwisata benar-benar terwujud?

AYO BACA : Wagub Uu: Jabar Ingin Jadi Provinsi Pariwisata Indonesia

Destinasi utama
\nSalah satu infrastruktur penting pariwisata adalah bandara. Bandara berskala internasional merupakan salah satu infrastruktur yang sangat diandalkan dalam jagat pariwisata internasional. Ia menjadi gerbang utama masuknya para wisatawan mancanegara, dan sekaligus menjadi representasi secara umum citra negara maupun citra kota yang mereka kunjungi. 

Agar Jabar menjadi destinasi utama pariwisata di Indonesia, fasilitas serta pelayanan di bandara internasional yang ada di Jabar tentu saja perlu terus ditingkatkan sehingga benar-benar prima. Di sisi lain, kualitas jalan dan sarana transportasi dari bandara menuju kawasan dalam kota serta luar kota juga perlu terus dibenahi.

Infrastruktur pariwisata lainnya yang harus mendapat perhatian adalah gedung konferensi dan pameran. Kenapa? Sebagaimana diketahui, industri konferensi dan pameran  merupakan salah satu sektor bisnis sangat prospektif yang tumbuh dengan cepat dalam kancah pariwisata global dewasa ini. 

Selain menciptakan banyak lapangan kerja dan menarik devisa, sektor ini menjanjikan pendapatan sangat menggiurkan. Betapa tidak. Berdasarkan data dari International Congress and Convention Association (ICCA), saban tahunnya, terdapat sedikitnya 400.000 konferensi dan pameran yang digelar di seluruh dunia dengan total pengeluaran ditaksir sekitar 280 miliar dollar AS. 

AYO BACA : Pariwisata sebagai Lokomotif Ekonomi Jawa Barat

Dari jumlah tersebut, menurut the Global Association of the Exhibition Industry (UFI), industri konferensi dan pameran setidaknya dapat meraup pendapatan total sekitar 1,16 triliun per tahun. Karenanya, industri ini diyakini mampu membawa keuntungan ekonomi sangat besar bagi kota-kota yang menjadi tuan rumah penyelenggara konferensi dan pameran. 

Nah, salah satu persoalan utama yang dihadapi Jabar dalam mengembangkan wisata konferensi dan pameran ini yaitu hingga kini masih banyak kota di Jabar yang sama sekali belum memiliki gedung konferensi dan pameran (convention center) yang representatif dan berkelas internasional. Padahal, salah satu faktor mahapenting dan mutlak guna mengembangkan serta memajukan industri konferensi dan pameran adalah adanya convention center yang representatif dan bertaraf internasional.

Di samping aspek yang terkait dengan infrastruktur fisik seperti dicontohkan di muka, yang juga wajib menjadi bahan perhatian Pemrov Jabar adalah soal infrastruktur lunak dalam sektor pariwisata berupa pendidikan dan pelatihan. Program-program pendidikan dan pelatihan secara rutin dan sinambung bagi para pekerja di sektor pariwisata harus senantiasa mendapat prioritas pula. Hal ini dimaksudkan untuk lebih menaikkan standar profesionalisme serta pelayanan di sektor jasa kepariwisataan di Jabar.

Tentu saja, untuk bisa menyediakan infrastruktur pariwisata yang semakin prima, Pemprov Jabar tidak bisa berjalan sendirian. Kerjasama harmonis yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, dengan dilandasi keseragaman visi maupun misi, mutlak diperlukan dengan tujuan pokok yakni membangun dan memajukan industri pariwisata Jabar yang memihak kepada pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja, kesejahteraan warga dan kelestarian lingkungan.

-DJOKO SUBINARTO

AYO BACA : Begini Program Pariwisata RK 100 Hari

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar