Yamaha Lexi

7 Petugas KPPS di Bekasi Meninggal, Satu Luka Berat Hingga Kini

  Rabu, 24 April 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Anggota KPPS TPS 157 Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Sonny Soemarsono. (Istimewa)

BEKASI, AYOBANDUNG.COM—Total terdapat tujuh orang petugas pemilu yang meninggal dunia di kota maupun kabupaten Bekasi tidak lama ini. Selain itu, terdapat satu petugas pemilu yang hingga kini masih terbaring lemas usai kecelakaan saat hari pencoblosan 17 April 2019. 

Di Kota Bekasi, empat petugas pemilu meninggal. Kabar duka datang dari Ketua KPPS TPS 81 Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Ahmad Salahudin. Dia meninggal karena kecelakaan lalu lintas beberapa jam usai menyelesaikan penghitungan suara pada Kamis (18/4/2019). Saat itu, dia tengah mengantar anaknya bersekolah ke Depok.

AYO BACA : Banyak Petugas KPPS Kelelahan, KPU Pertimbangkan e-Counting

Kabar lainnya datang pada Jumat (19/4/2019), yang menimpa Ketua KPPS TPS 31 Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Fransiskus Asis Ismantara. Usai menyelesaikan tugas penghitungan suara, dirinya dikabarkan mengalami sakit dan sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong. 

Tidak lama setelah itu, kabar lain berembus. Pertama, anggota KPPS TPS 126 Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Sudirjo dikabarkan meninggal pada Selasa (23/4/2019) sore setelah dilarikan ke rumah sakit pada Senin (22/4/2019). Beberapa jam setelah Sudirjo meninggal, anggota KPPS 157 Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Sonny Soemarsono dikabarkan juga telah tiada. 

AYO BACA : Bima Arya Minta Evaluasi Sistem Pemilu, Terutama Batas Usia Petugas KPPS

“Saya benar-benar terpukul, ternyata ada lagi anggota KPPS yang meninggal dunia dari Aren Jaya dan Jatirahayu," ucap Ketua KPU Kota Bekasi Nurul Sumarheni, Rabu (24/4/2019). 

Sementara itu, di Kabupaten Bekasi terdapat tiga orang yang bernasib serupa. Mereka adalah Ketua KPPS TPS 63 Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Budi. Anggota PPS Kerta Rahayu, Kecamatan Setu, Boris. Lalu petugas penertiban TPS 26 Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Ramdani. 

Ketua KPU Kabupaten Bekasi Jajang Wahyudin menduga faktor kelelahan yang menyebabkan mereka berpulang. "Saudara Boris meninggal satu hari menjelang pemilihan karena kelelahan menyiapkan pencoblosan. Sementara dua petugas lagi karena kelelahan pasca-pemilihan 17 April 2019 lalu,” kata Jajang.

Di samping itu, kabar duka juga menimpa Slamet, seorang anggota KPPS TPS 112 Bahagia, Kecamatan Babelan. Saat sore usai hari pencoblosan, saat hendak membongkar tenda, dirinya terjatuh dari tangga yang ia pijak. 

Akibatnya, Slamet mengalami luka sobek berat di bagian paha kanan karena terkait stake tangga. Akhirnya dia dilarikan ke rumah sakit, namun harus menanggung beban pembiayaan sendiri. Mirisnya, hingga sekarang ia terbujur kaku, tak bisa banyak bergerak di rumahnya.

AYO BACA : 2 Keluarga Petugas KPPS Meninggal Dapat Penghargaan dari Ridwan Kamil

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar