Yamaha NMax

Ketua PWI Jabar Tekankan Pentingnya Uji Kompetensi Wartawan

  Rabu, 24 April 2019   Nur Khansa Ranawati
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat, Hilman Hidayat (ketiga dari kanan) menghadiri acara UKW dan focus group discussion (FGD) yang telah diselenggarakan keempat kalinya oleg PWI di Trans Luxury Hotel , Rabu (24/4/2019). (Kavin Faza/ayonbandung).

BATUNUNGGAL, AYOBANDUNG.COM--Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat, Hilman Hidayat menegaskan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) merupakan instrumen penting yang harus ditempuh wartawan. Salah satunya agar pemberitaan yang dibuat lebih dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, UKW juga merupakan salah satu prasyarat agar perusahaan pers tempat wartawan bekerja dapat diverifikasi oleh Dewan Pers.

"Pengelola (perusahaan pers) harus sudah punya sertifikat UKW, kalau diverifikasi Dewan Pers dan tidak memiliki itu, maka tidak bisa disebut perusahaan pers," jelas Hilman ketika ditemui pada rangkaian acara UKW dan focus group discussion (FGD) yang telah diselenggarakan keempat kalinya oleg PWI di Trans Luxury Hotel , Rabu (24/4/2019). 

Jika tidak tergolong perusahaan pers, maka wartawan yang bekerja di dalamnya dapat dipolisikan bila mengeluarkan pemberitaan yang dianggap tak sesuai kaidah.

"Kalau ada pemberitaan yang menyimpang, bisa diadukan ke polisi bahkan hingga kena pidana. Kasus di perusahaan pers akan ditangani oleh Dewan Pers lewat Uu Pers," ungkapnya.

Selain itu, UKW kali ini juga mengujikan Pedoman Pemberitaan Ramah Anak (PPRA) sebagai panduan wartawan dalam memberitakan kasus-kasus yang melibatkan anak agar tetap memenuhi hak anak. Idealnya, tahun ini media harus sudah mengindahkan PPRA dalam produk jurnalistiknya. 

"UU PPRA mulai tahun ini sudah harus dipakai oleh media untuk pemberitaan yang lebih ramah anak. Sekarang di berbagai daerah masih banyak pemberitaan anak yang terlalu vulgar," ungkapnya.

Adapun peserta UKW kali ini merupakan wartawan media massa berbagai platform yang berasal dari Bandung, Jawa Tengah, Batam, Bangka Belitung, hingga Maluku. Total peserta mencapai 42 orang.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar