Yamaha NMax

Beri Pengarahan Prajurit Kodam III/Siliwangi, Ini Pesan Menhan RI

  Rabu, 24 April 2019   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Pengarahan Menhan RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu kepada prajurit Pangdam III/Siliwangi, di Graha Tirta Siliwangi, Rabu (24/4/2019). (Eneng Reni N Jamil/ayobandung).

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM--Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu memberikan pengarahan kepada para prajurit Kodam III/Siliwangi, di Graha Tirta Siliwangi, Rabu (24/4/2019). Menhan tiba sekitar pukul 13.00 WIB dan langsung mengawali pengarahan.

Menhan mengucapkan terima kasih kepada Pangdam III/Siliwangi dan seluruh prajurit yang telah mengamankan wilayah hingga tercipta rasa aman, tertib dan lancar. Menhan mengharapkan ke depan tidak ada lagi masalah dan kondisi wilayah terus dalam keadaan aman dan kondusif.

"Sebagai menteri pertahanan pastilah kita bicara masalah perahanan. Kalau kita bicara pertahanan kita akan bicara ancaman tehadap pertahanan negara. Dan, TNI yang membuat petahanan yang kokoh kuat andal," ungkap Menhan di Graha Tirta Siliwangi, Rabu (24/4/2019).

Menhan juga menyebut, kondusivitas wilayah terwujud berkat peran dari aparat TNI sebagai satu-satunya simpul dan benang perekat persatuan nasional yang tidak akan pernah berubah sampai kapanpun. Lantaran, TNI, terikat dengan sumpah dan janjinya dalam Sumpah Prajurit untuk senantiasa menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI dan ideologi negara Pancasila sampai titik darah penghabisan. Hal ini pula sesuai dengan amanat Jenderal Besar Sudirman.

"Saya akan selalu bangga dengan TNI, dan tidak akan pernah luntur. Semangat perang pada pasukan di mana pun sejak zaman dulu ditanamkan di dadanya. Kita mati untuk merah putih. Tentara itu hidup dari semangat dan slogan membanggakan itu. Kalian semua memiliki amanah untuk menjaga proklamasi," lanjut Menhan.

Menurut Menhan, yang lain bisa berubah atau berpindah haluan, tetapi TNI tidak. Oleh karena itu, dia menyebut masyarakat harus tahu betapa pentingnya TNI sebagai Tentara Pejuang, Tentara Rakyat, Tentara Nasional dan Tentara Profesioanal berasal dari Rakyat, oleh Rakyat dan untuk Rakyat.

“Satu-satunya hak milik nasional yang masih utuh, tidak berubah-ubah meskipun harus mengalami segala macam soal dan perubahan adalah TNI. Maka tidak boleh ada yang meremehkan TNI, kalau meremehkan atau menghina TNI mereka sama saja menghina negara, karena TNI adalah simbol negara," tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan, TNI juga tidak boleh mencari gara-gara dengan rakyat, tetapi harus bertindak tegas terhadap musuh negara. Apalagi Pancasila adalah ideologi negara yang tidak boleh tergantikan oleh ideologi apapun. Ideologi Pancasila merupakan pemersatu bangsa yang tidak bisa dibandingkan ideologi lain yang ada di dunia ini.

Dijelaskan Menhan, ada lima ideologi yang ada di dunia ini yakni Liberal, Komunis, Sosialis, Radikalisme Agama dan Pancasila. Ideologi Pancasila adalah salah satu ideologi yang di ridai Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu Pancasila tidak boleh ditawar-tawar lagi. 

Alhasil Mwnhan menegaskan, bila ada yang berusaha untuk menggatinya maka akan berhadapan dengan TNI sebagai patriot Indonesia. Pasalnya TNI adalah alat pendukung serta pembela ideologi negara yang bertanggung jawab dan tidak mengenal menyerah, sebagaimana butir kedua Sapta Marga. 

"Maka saya  akan berbicara dan menegaskan sebagai prajurit. Hal ini sejalan dengan semangat TNI bahwa satu satunya yang tidak pernah berubah meskipun menghadapi segala macam soal hal, yaitu TNI" ujarnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar