Yamaha NMax

Jokowi Tanggapi Penetapan Dirut PLN Sebagai Tersangka Suap

  Rabu, 24 April 2019   Fira Nursyabani
Presiden Joko Widodo. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Presiden Joko Widodo memberi tanggapan mengenai penetapan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir sebagai tersangka oleh KPK. Penetapan itu diberikan terkait dugaan tindak pidana suap dalam kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.

AYO BACA : KPK Panggil Saksi untuk Tersangka Bos PLN Sofyan Basir

"Ya berikan kewenangan kepada KPK untuk menyelesaikan setiap masalah hukum yang ada, terutama dalam hal ini korupsi," kata Presiden Jokowi usai membuka dan meninjau Pameran Dagang Kerajinan Internasional (Inacraft) 2019 di Jakarta Convention Center pada Rabu (24/4/2019).

AYO BACA : Harta Kekayaan Dirut PLN Sofyan Basir Capai Rp119,962 Miliar

Presiden Jokowi tidak banyak memberikan komentar mengenai kasus tersebut. Namun ia meminta semua pihak untuk memberikan kewenangan kepada KPK dalam menyelesaikan masalah-masalah hukum terutama korupsi.

KPK menyebutkan Sofyan diduga menerima suap dari pemegang saham Blackgold Natural Resources Johannes Budisutrisno Kotjo terkait kesepakatan kerja sama pembangunan PLTU Riau-1.

"KPK menemukan bukti permulaan yang cukup tentang dugaan keterlibatan pihak Iain dalam dugaan tindak pidana korupsi suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

Tersangka Sofyan diduga bersama-sama atau membantu anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar nonaktif Eni Maulani Saragih dan kawan-kawan menerima hadiah atau janji dari Johannes Budisutrisno Kotjo terkait kesepakatan kontrak kerja sama Pembangunan PLTU Riau-1.

AYO BACA : Dirut PLN Diduga Terima Suap dari Pengusaha Johannes Kotjo

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar