Yamaha Aerox

Kuliner Bandung: Kuliner Berbuka Paling Laris di Bandung

  Rabu, 24 April 2019   Fira Nursyabani
Ilustrasi kuliner Bandung. (Irfan Al-Faritsi/ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM - Selama Ramadan, waktu berbuka menjadi hal paling ditunggu setelah menahan rasa lapar dan dahaga sepanjang hari. Di sisi lain, waktu berbuka pada Ramadan berkaitan erat dengan kuliner.

Setiap menjelang berbuka, pasar-pasar jajanan bermunculan hampir di seluruh sudut kota, melebihi jumlah pasar jajanan pada hari biasa. Bahkan, ada beberapa kudapan khas kuliner Bandung yang hanya ada di bulan Ramadan!

Terlebih lagi, Kota Bandung telah dikenal luas sebagai kota kuliner yang unik dan beragam. Sehingga terdapat banyak variasi makanan yang bisa dinikmati warga Bandung untuk kudapan berbuka. Mulai dari jajanan tradisional hingga kekinian. 

Ayobandung.com menghimpun beberapa kuliner kesukaan warga Bandung saat Ramadan. Berikut lima kuliner berbuka paling laris di Kota Bandung:

Gorengan 

Siapa sangka, gorengan adalah menu jajanan yang banyak diburu warga Bandung ketika berbuka. Gorengan menjadi menu berbuka yang praktis bagi mereka yang beraktivitas padat di luar rumah. Aneka jenis gorengan pun banyak dijajakan, mulai dari bala-bala, gehu, molen, pisang goreng, cireng, singkong goreng, hingga tempe mendoan. 

Namun perlu diingat, gorengan memiliki banyak kandungan minyak yang berpotensi meningkatkan resiko kolesterol dan gangguan kesehatan lainnya. Karena itu, demi kesehatan jangan terlalu sering berbuka dengan gorengan ya.

AYO BACA : Duo Akhi, Musisi Religi Anyar Bandung Siap Ramaikan Ramadan

Aneka Kolak 

Para pakar kesehatan menyarankan untuk berbuka dengan yang manis. Maka, aneka kolak menjadi salah satu menu yang tepat untuk berbuka. Kandungan gula di dalam minuman kolak dapat menggantikan sumber energi yang terkuras selama berpuasa.

Kolak yang banyak dijajakan di pinggir-pinggir jalan biasanya terdiri dari kolak labu, kolak pisang, kolak kolang-kaling, atau kolak ubi. Harganya pun relatif murah, hanya sekisaran Rp5.000-Rp8.000 saja. 

Sop Buah dan Salad Buah

Es buah masih menjadi salah satu jajanan minuman paling disegani sepanjang masa. Aneka buah-buahan yang segar diramu dengan air gula dan susu ditambah sedikit es membuat suasana berbuka menjadi lebih menyegarkan.

Minuman ini kaya dengan kandungan vitamin yang baik untuk tubuh. Namun, sebaiknya saat menyantap sop buah tidak terlalu banyak menggunakan es. Saran dari pakar kesehatan, dahului santapan berbuka dengan minuman yang hangat atau tidak terlalu dingin. 

Es Kepal Milo 

AYO BACA : Dari Cabe Rawit Hingga Kentut, Ini Jenis Petasan yang Populer Saat Ramadan

Es kepal milo, larutan cokelat kental perpaduan cokelat bubuk dan susu kental manis yang membalut es serut dingin. Tentu minuman segar itu sangat menggugah selara di negara tropis seperti Indonesia, terutama di bulan Ramadan.

Minuman viral ini kini banyak dijumpai hampir di seluruh sudut kota. Di setiap lokasi jajanan berbuka, minuman es serut dengan taburan coklat ini selalu punya tempat. Pembelinya pun rela mengantri panjang demi seteguk minuman es viral ini. Es Kepal Milo yang tengah naik daun karena viral di media sosial ini pun mengundang rasa penasaran warga Bandung. 

Baso Aci 

Bandung juga punya kuliner khas yang jarang ada di kota lain, yaitu baso aci. Makanan yang menjadi favorit kawula muda ini juga selalu ramai dikunjungi pembeli. Selain bisa dibeli secara online melalui layanan pesan antar aplikasi makanan, baso aci juga bisa ditemui di wilayah Surapati.

Itulah 5 dari sekian banyak ragam kuliner favorit warga Bandung. Warga perlu bijak memilih kudapan apa yang akan disantap saat berbuka. Tak hanya dari segi kesehatan dan kebersihan, warga Bandung juga harus memerhatikan lokasi penjualan makanan. 

Warga dihimbau untuk tidak membeli jajanan yang berjualan di lokasi zona merah. Dalam Perda No 4 Tahun 2011 Pasal 12, Pemkot Bandung memiliki 3 zona PKL. Yakni zona merah, zona kuning dan zona hijau.

Zona merah yaitu lokasi yang tidak boleh terdapat PKL, zona kuning yaitu lokasi yang bisa tutup buka berdasarkan waktu dan tempat, zona hijau yaitu lokasi yang diperbolehkan berdagang bagi PKL. Zona merah atau tempat yang dilarang untuk berjualan bagi PKL, yakni sekitar tempat ibadah, rumah sakit, komplek militer, jalan nasional, jalan provinsi dan tempat-tempat lain yang telah ditentukan dalam peraturan perundang-undangan. (Alya Dinda)

AYO BACA : 8 Tempat Ngabuburit Asyik dan Gratis di Kota Bandung

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar