Yamaha Lexi

KPU Akui Pemilu 2019 Tak Efektif dan di Luar Kapasitas

  Rabu, 24 April 2019   Fira Nursyabani
Ilustrasi pemungutan suara (ANTARA FOTO/Syaiful Arif)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menilai pelaksanaan pemilu serentak dengan 5 surat suara cukup sekali pada Pemilu 2019 karena tidak efektif dan di luar kapasitas.

"Cukup sekali pemilu serentak yang seperti ini. Dengan menyertakan 5 surat suara atau lima kelompok pemilihan, sudah terbukti paling tidak saat ini melebihi kapasitas," ujar Komisioner KPU Viryan Aziz di Gedung KPU RI, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

AYO BACA : Bambang Widjojanto: Pemilu 2019 Terparah Sejak Reformasi

Ia mengusulkan ke depan menggunakan pendekatan pengelompokan pemilu menjadi pemilu nasional dengan kelompok pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR RI dan DPD dan pemilu lokal dengan dua pilihan.

Dua pilihan untuk pemilu lokal adalah pemilihan anggota DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, gubernur, wali kota dan bupati digabung menjadi satu serta dipilah misalnya tingkat provinsi dan tingkat kabupaten/kota.

AYO BACA : 2 Keluarga Petugas KPPS Meninggal Mendapat Penghargaan dari Ridwan Kamil

"Tentunya ini perlu kajian yang mendalam. Kalau tidak, sebagai awalan untuk melihat ke depan tentunya ini patut dipertimbangkan," kata Viryan.

Menurut dia, pemilu sebaiknya bukan dilihat secara terpisah dengan pilkada, tetapi sudah saatnya pilkada juga dianggap sebagai rezim pemilu. Dengan begitu, kata dia, regulasi yang disusun sebaiknya terkait berapa pemilihan yang dapat dilakukan bersamaan atau tidak.

Selain itu, ia mengatakan salah satu evaluasi soal pengaturan pemilih yang dapat menggunakan hak pilih. Hal tersebut terkait adanya perubahan penggunaan e-KTP saja kemudian ditambah dengan suket.

Akibat putusan MK itu, sebagian pemungutan suara ulang disebabkan adanya pemilih yang belum memiliki e-KTP kemudian diperbolehkan memilih dengan suket. Selanjutnya masalah juga muncul dari pemilih yang memiliki e-KTP dan memilih di tempat lain, tetapi tidak memiliki A5.

"Ini penting untuk menjadi bagian dikritisi karena menghasilkan permasalahan sendiri pada hari pemungutan suara," tutur Viryan.

Usai pemilu atau diperkirakan pada Oktober 2019, ia mendorong DPR dan pemerintah melakukan evaluasi terkait regulasi teknis untuk pemilu dan pilkada dibuat secara bersamaan.

AYO BACA : Bima Arya Minta Evaluasi Sistem Pemilu, Terutama Batas Usia Petugas KPPS

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar