Yamaha NMax

Jokowi Kalah di Sumbar, Muncul Gerakan Boikot Nasi Padang

  Rabu, 24 April 2019   Fira Nursyabani
Puluhan pelanggan menikmati makanan Padang di Rumah Makan Padang Saiyo di Jalan Sabang, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (23/04/2019) (ANTARA News/Katrina)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Ajakan untuk memboikot rumah makan Padang tiba-tiba muncul di jejaring sosial Facebook. Alasannya ternyata karena pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin kalah dalam hitung cepat pemilu 2019 di Sumatera Barat (Sumbar).

"Jadi malas makan di rumah makan Padang, kayaknya rakyat yang harus membala, bangkrutkan semua rumah makan Padang," tulis akun Satria, di Facebook, beberapa waktu lalu.

AYO BACA : Pengamat Politik: Pemilu Serentak Perlu Ditinjau Ulang

Menurut Sistem Informasi Hitung Suara (Situng) KPU RI di laman kpu.go.id, Jokowi-Maruf sementara ini hanya mendapat 218.811 suara di Sumbar. Jumlah itu terpaut cukup jauh dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang memperoleh 1.426.608 suara.

Namun sejumlah pemilik rumah makan Padang mengatakan tidak terpengaruh oleh ajakan boikot tersebut. "Sampai sekarang pengunjung masih banyak yang datang, seperti hari-hari biasa," kata Nina, manager Rumah Makan Padang Sederhana di Jalan Sabang, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

AYO BACA : Jokowi Angkat Bicara Soal Banyaknya Petugas KPPS yang Meninggal

Dia mengatakan tidak ada penurunan jumlah pembeli dan omzet dalam beberapa hari terakhir setelah beredar boikot Rumah Makan Padang di sejumlah platform media sosial. Nina mengetahui rencana boikot itu dari Facebook, tetapi sejauh ini ia tidak merasakan dampak apa pun dari rencana tersebut.

Dia berharap masyarakat tidak merespons kekalahan capres yang mereka dukung dengan melakukan hal yang dapat mengganggu kerukunan hidup berbangsa.

Senada dengan Nina, pelayan di Rumah Makan Padang Saiyo, Yeni, dan Sinar Minang Jaya, Deni, juga mengaku tidak ada penurunan kunjungan pembeli di rumah makan tempat mereka bekerja. Yeni bahkan mengatakan jumlah pesanan dalam beberapa hari terakhir meningkat karena banyak acara di beberapa perkantoran.

Menurutnya, kalah menang adalah hal biasa. Yang terpenting adalah kelapangan dada untuk menerima kekalahan sebagai hal yang justru dapat mempererat persatuan dan kesatuan. Dia mengimbau sesama warga negara Indonesia untuk tetap menjaga kerukunan dan kesatuan bangsa dengan melakukan tindakan yang positif.

Jejen, yang tengah makan di Rumah Makan Padang Sederhana dan mengaku sebagai pendukung Jokowi-Ma'ruf mengatakan dirinya mengetahui ajakan boikot tersebut, tetapi makan masakan Padang sudah menjadi kegemarannya. "Terlepas dari pilihan politik saya, makan masakan Padang itu sudah menjadi hobi dan enggak ada hubungannya makanan dengan politik," kata dia.

AYO BACA : Jimly Asshiddiqie: Sebaiknya Jokowi-Prabowo Ngopi Bareng

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar