Yamaha Lexi

Banyak Petugas KPPS Kelelahan, KPU Pertimbangkan e-Counting

  Rabu, 24 April 2019   Fira Nursyabani
Ilustrasi anggota KPPS. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mempertimbangkan penggunaan mekanisme penghitungan elektronik atau e-counting daripada pemungutan suara elektronik atau e-voting. Hal tersebut karena kelelahan yang dialami petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) sebagian besar terjadi saat menghitung suara, bukan melayani pemilih.

AYO BACA : Hasil Situng KPU RI: Jokowi-Ma'ruf Unggul Lebih dari 4 Juta Suara

"Patut mempertimbangkan penggunaan mekanisme e-counting. Jadi pemungutan suaranya secara manual menggunakan surat suara, tetapi penghitungan suaranya itu secara elektronik," ujar Komisioner KPU RI Viryan Aziz di Gedung KPU RI, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

AYO BACA : LIPI Usulkan e-Voting untuk Pemilu, Efektifkah?

Viryan menjelaskan dalam mekanisme e-voting, pemungutan, penghitungan hingga hasil pemilu sepenuhnya dilakukan dengan bantuan teknologi informasi. Sementara e-counting dilakukan dengan pemungutan surat suara secara manual dimasukkan ke dalam sebuah alat yang dapat mengonfirmasi hasilnya secara langsung.

Selanjutnya ada e-rekap, yakni setelah pemungutan selesai dan hasilnya dihitung secara manual oleh panitia pemilu, hasil pemilu setiap TPS kemudian direkapitulasi dengan mesin. Dari tiga opsi tersebut, ia menilai penggunaan hak pilih dengan surat suara masih relevan, sedangkan beban panitia pemilu harus dikurangi sehingga e-counting dapat dipertimbangkan.

"Nah ini lebih efisien iya, tapi tentu juga kita perlu pertimbangkan bagaimana alat tersebut," tutur Viryan.

Wacana tersebut diharapkan paling tidak dapat diterapkan mulai pilkada setelah pemilu 2019, tetapi KPU sepenuhnya bergantung kepada pembentuk undang-undang.

AYO BACA : Menkes: Tugas KPPS Jangan 24 Jam

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar