Yamaha Mio S

Berita Pilihan: Dirut PLN Jadi Tersangka KPK Hingga Tim Kesehatan Diterjunkan untuk KPPS

  Rabu, 24 April 2019   Fira Nursyabani
Ilustrasi berita pilihan.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Redaksi ayobandung.com telah merangkum berita-berita pilihan yang terbit pada Selasa (23/4/2019). KPK menetapkan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir sebagai tersangka dalam pengembangan kasus suap pembangunan proyek PLTU Riau-1.

Selain itu, Pemerintah Kota Bandung siap menerjunkan petugas kesehatan untuk mengawal anggota KPPS yang masih melakukan penghitungan suara.

 

Berikut berita selengkapnya:

PetugasKPK Tetapkan Dirut PLN Sofyan Basir Tersangka Dugaan Suap PLTU Riau-1

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir (SFB) sebagai tersangka dalam pengembangan kasus suap pembangunan proyek PLTU Riau-1.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan sebagaimana dipahami pengembangan perkara bagaimana KPK memandang sektor energi menjadi sebuah sektor strategis bagi masyarakat. Dari hasil pengembangan dugaan korupsi PLTU Riau-1, KPK telah kembali menetapkan tersangka baru.

Sejauh ini sudah ada empat orang yang diproses ini. KPK kemudian meningkatkan perkara ke tahap penyidikan dan menetapkan SFB Direktur Utama PLN sebagai tersangka, ujarnya seperti dikutip dari siaran langsung konferensi KPK melalui akun Twitter, Selasa (24/4/2019).

SFB diduga membantu anggota DPR Eni Saragih dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo di dalam kontrak kerja sama proyek PLTU Riau-1.

Sofyan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf (a) (b) dan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 ssbagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) kesatu Pasal 56 ayat 2 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

 

Pemkot Bandung Akan Terjunkan Petugas Kesehatan untuk KPPS

Pemerintah Kota Bandung siap menerjunkan petugas kesehatan untuk mengawal anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang masih melakukan penghitungan suara.

Wali Kota Bandung Oded M Danial menilai pelaksanaan Pemilu 2019 cukup melelahkan, karena  dilaksanakan secara serentak untuk pemilihan presiden dan anggota legislatif.

Kalau memang dibutuhkan petugas kesehatan, kenapa tidak, di masing-masing kecamatan ada puskesmas, kata Oded usai meninjau pelaksanaan USBN di SD Negeri Banjarsari, Jalan Merdeka, Bandung, Selasa (23/4/2019).

Namun, menurut Oded, perlu ada evaluasi untuk  pelaksanaan pemilu mendatang, apalagi  pemilu tahun ini menyebabkan sejumlah orang meninggal dunia. Ini kan baru pertama kali, nanti alangkah bijaknya kalau dievaluasi. Kalau dievaluasi nanti akan tahu kekurangannya, katanya.

Hingga saat ini tercatat ada tiga petugas KPPS di Kota Bandung yang meninggal karena kelelahan saat menjalankan tugas dalam menyelenggarakan pemilu. Oded menyatakan turut berduka kepada petugas yang meninggal dunia. Ia juga akan  memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Mudah mudahan Allah memberikan tempat terbaik karena mereka sudah memberikan dedikasi kepada negara ini melalui tugas sebagai penyelenggara pemilu, kata dia

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar