Yamaha NMax

PPDB SMA 2019, Zonasi Kembali Berlaku di Jabar

  Selasa, 23 April 2019   Nur Khansa Ranawati
Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dewi Sartika. (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM—Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA se-Jawa Barat tahun ini kembali akan menggunakan sistem zonasi. Sistem yang mengedepankan penerimaan siswa berdasarkan radius kedekatan wilayah antarrumah dan sekolah tersebut akan dipakai untuk menerima 90% lulusan SMP. 

Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dewi Sartika mengatakan, hal tersebut sesuai dengan Permendikbud 51 Tahun 2018 tentang PPDB.

"Kita sesuai dengan Permendikbud 51 Tahun 2018 juga surat edaran Kemendikbud dan Kemendagri, jadi tetap akan memakai jalur zonasi," ungkap Dewi ketika ditemui di Gedung Sate, Selasa (23/4/2019).

AYO BACA : PPDB Kota Bandung Kini Dibagi 4 Zonasi, Ini Perinciannya

Dewi mengatakan, penerimaan siswa baru SMA negeri di Jabar akan didasarkan pada sistem zonasi (90%), prestasi (5%), dan perpindahan (5%).

PPDB pun akan kembali dilaksanakan secara daring.

"Sistemnya online, tapi sosialisasinya akan mengundang orang tua murid SMP Orang tua wajib hadir, jangan sampai tidak memahami," jelasnya.

AYO BACA : Ini Formulasi Zonasi PPDB Kota Bandung 2019

Sementara itu, untuk peserta PPDB jalur prestasi nonakademik, Dewi mengatakan, akan diadakan uji kompetensi.

"Nanti akan dilakukan uji kompetensi untuk yang ikut jalur prestasi nonakademik, akan dites sesuai bidangnya," jelasnya.

Pihaknya masih menunggu Pergub dan juknis untuk perincian pelaksanaan PPBD tahun ini. Dewi mengatakan, sejumlah permasalahan yang masih dihadapi dalam melangsungkan sistem zonasi ini di antaranya adalah jumlah SMA negeri yang belum merata di Jawa Barat. 
 

“Masih ada upaya-upaya terkait dengan belum meratanya jumlah sekolah yang di beberapa wilayah. Kita masih menunggu Pergub," ungkapnya.

AYO BACA : Ridwan Kamil: PPDB di Jabar Ikut Permendikbud

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar