Yamaha Lexi

Warga Bekasi Membuat Powerbank dari Limbah Baterai Laptop

  Senin, 22 April 2019   Ananda Muhammad Firdaus
Joko Susilo memperlihatkan powerbank hasil buatannya yang memanfaatkan daya dari limbah baterai laptop. (Ananda M. Firdaus/Ayobandung.com)

BEKASI UTARA, AYOBANDUNG.COM—Joko Susilo (57) bisa dibilang seseorang yang mempunyai kemampuan visioner. Dirinya memanfaatkan sesuatu yang banyak disebut kebanyakan orang sudah tidak berguna menjadi sangat berguna. Hal itu dituangkan pada bank daya atau powerbank yang ia buat dari limbah baterai laptop.

"Saya terinsipirasi dari sampah. Saya penasaran terhadap limbah baterai laptop. Akhirnya saya membuat powerbank," kata Joko ditemui di rumahnya di Perum Tytyan Kencana, Kelurahan Margamulya, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Minggu (21/4/2019).

Joko mengungkapkan, limbah baterai laptop yang dikategorikan sebagai limbah B3 sampai sekarang masih menjadi momok karena untuk memusnahkannya butuh penanganan khusus. Dari produksi miliaran unit produk elektronik atau umumnya yang menggunakan baterai, per tahunnya hanya sekitar 12,5% yang didaur ulang.

AYO BACA : Joko Susilo Buat Alat Pemusnah Sampah untuk Lingkungan Sekitarnya

"Limbah baterai laptop itu ngeri. Di negara ini belum ada pengelolaan limbah B3 khususnya baterai laptop. Di dunia itu ada baterai laptop terbuang per tahunnya sampai 1,2 miliar. Di Indonesia kira-kira 150 juta per tahun terbuang. Nah, (sampah) itu mau kemana?" tanya Joko.

Atas alasan itu, Joko mulai mencari cara memanfaatkan limbah-limbah baterai laptop kembali berguna. Awalnya dia mengunjungi toko-toko elektronik untuk membeli baterai laptop bekas seharga Rp5.000-Rp10.000. Setelah itu, dirinya membongkar tiap batang baterai laptop bekas dan ditemukan kerusakan baterai laptop bukan karena dayanya yang sudah habis.

"Kita buka-buka, kita coba tes baterainya ternyata masih bisa digunakan. Kita buka referensi dari Youtube dan sebagainya. Oh, ternyata baterai itu tidak rusak, yang rusaknya IC (intergrated circuit) atau alat elektronik dari dalam rakitan baterai laptop itu," paparnya.

AYO BACA : Jabar Bakal Olah Limbah Plastik Jadi Solar

Bank daya itu sendiri tidak langsung dibuat ujug-ujug. Joko mengaku melakukan serangkaian pengujian untuk memantaskan baterai laptop yang masih bisa terpakai menjadi sebuah bank daya sesuai standar.

"Kita uji dengan dinyalakan baterai itu dengan tegangan 3,7 volt, kita charge maksimum di 40.1 volt, kita uji amperenya. Ternyata rata-rata baterai laptop yang kita treatment masih bisa 70-80% (daya) bisa digunakan," terang Joko.

Dia menjelaskan, tiap buah baterai laptop itu terdiri atas baterai-baterai berbentuk bulat panjang yang mempunyai daya masing-masing 2.200 Ampere. Untuk merangkai sebuah bank daya 10.000 Ampere, setidaknya membutuhkan lima baterai yang dipasang, mengingat dayanya tinggal 70-80% sehingga perlu disesuaikan.

Joko mengungkapkan, bank dayanya sudah dipasarkan cukup lama. Dia mengaku, mulai dari tahun 2017 sejak pengisi daya itu tercipta, dirinya telah membuat ribuan bank daya dengan harga Rp150.000 per unitnya.

"Saya dari tahun 2017 sampai sekarang (jualan) belum ada yang komplain, istilahnya yang rusak juga di powerbank itu elektroniknya atau karena kena air. Kita juga punya garansi," ujarnya.

Selain membuat bank daya, lewat temuan manfaat limbah baterai itu, Joko juga membuat alat-alat elektronik lainnya. Baterai laptop yang dayanya kurang dari standar untuk powerbank, dia bisa gunakan untuk senter, lampu, bor elektrik, hingga sepeda listrik yang mampu menempuh kecepatan 40 kilometer per jam.

AYO BACA : Dalam Sehari, Sukabumi 'Produksi' 250 Ton Sampah Plastik

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar