Yamaha Mio S

Bedakan Gejala Serangan Jantung dan Sakit Dada Biasa

  Sabtu, 20 April 2019   M. Naufal Hafizh
Ilustrasi sakit dada. (Gerd Altmann/Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Masyarakat diimbau mewaspadai dan bisa membedakan gejala nyeri dada biasa dengan nyeri yang disebabkan akibat sindroma koroner akut atau biasa dikenal dengan serangan jantung.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Perhimpunan Dokter Kardiovaskular Indonesia (Perki) dr Ade Meidian Ambari Sp.JP mengatakan, nyeri dada yang berkaitan dengan gejala serangan jantung biasanya terasa nyeri di bagian belakang tulang dada. Rasanya pun seperti ditusuk benda berat.

Kemudian, rasa nyeri tersebut menjalar ke lengan kiri seperti kesemutan, bahu, punggung, ke leher, atau di rahang bawah sehingga terasa seperti tercekik.

AYO BACA : Kenali Tanda-tanda Gagal Jantung

Apa yang membedakan, biasanya itu berlaku lebih dari dua puluh menit. Nyeri dada khas jantung kita sebutnya angina pektoris, kata dia, dikutip dari Antara, Sabtu (20/4/2019).

Ade menjelaskan, sebelum datangnya nyeri dada karena penyempitan pembuluh darah di jantung, biasanya didahului dengan gejala otonom. Beberapa gejalanya dianggap sebagian masyarakat sebagai penyakit biasa seperti mual, muntah, sakit di bagian ulu hati, keringat dingin, sehingga sering diabaikan.

Tapi ada beberapa kelompok orang tua usia lebih dari 75 tahun atau pada wanita muda kadang-kadang tidak spesik. Gejalanya cuma sakit di ulu hati saja terus tiba-tiba serangan jantung, jelas dia.

AYO BACA : Dampak Ekstasi Terhadap Jantung dan Efek 4 Narkoba Lainnya

Ade menyarankan apabila seseorang dengan usia di atas 40 tahun dan pernah menemukan gejala seperti disebutkan, segera periksa kesehatan agar bisa menghindari terjadinya serangan jantung.

Beberapa faktor risiko dari penyakit jantung ini paling utama ialah paparan asap rokok.

Pasien penyakit jantung di RS Harapan Kita 67 persennya perokok, kata Ade.

Selain itu, penyakit lain seperti hipertensi serta gangguan lemak kolesterol yang mengendap juga bisa menyebabkan penyumbatan dan penyempitan pembuluh darah yang berakibat pada penyakit jantung.

Kalau kolesterol tinggi mengendap di dalam dinding pembuluh darah, lama-lama menumpuk terjadi penyempitan. Itu proses yang berlangsung lama, bisa lebih dari 10 tahun, kata Ade.  

AYO BACA : Kurang Tidur Dapat Picu Penyakit Jantung

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar