Yamaha Mio S

#Localvocal: 68 Brand Kreatif Bandung Unjuk Gigi, 18-20 April

  Kamis, 18 April 2019   M. Naufal Hafiz
Wali Kota Bandung Oded M. Danial dan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengunjungi salah satu stan dalam kegiatan #LocalVocal di Graha Manggala Siliwangi, Kamis (18/4/2019). (Humas Setda Kota Bandung)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Produk kreatif Kota Bandung seperti fesyen dan kerajinan tangan sudah terkenal karena kualitasnya. Untuk terus mengembangkannya, Pemerintah Kota Bandung menggelar pameran bertajuk #LocalVocal di Graha Manggala Siliwangi, Kamis (18/4/2019).

Pameran tersebut akan berlangsung selama 3 hari, 18-20 April 2019. Tedapat 68 industri kreatif yang berpartisipasi, terdiri atas 33 industri fesyen dan 35 industri kerajinan tangan. Para pengunjung bisa melihat dan membeli produk-produk kreatif tersebut secara langsung.

Produk-produk yang dipamerkan itu merupakan hasil dari kurasi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bandung. Kedua lembaga tersebut bersinergi dalam memberikan pembinaan dan pembukaan pasar bagi para pengrajin dan industri.

AYO BACA : Kisah Perjuangan UMKM Fesyen Asal Kopo Bandung

Wali Kota Bandung Oded M. Danial sangat mengapresiasi karya-karya para pengrajin. Ia menyapa mereka satu persatu dan menanyakan kebutuhan apa lagi yang bisa difasilitasi pemerintah. Oded menyimpulkan, kebutuhan utama mereka adalah akses terhadap permodalan.

“Persoalannya di antaranya permodalan. Kita akan terus mendorong dan memfasilitasi mereka dengan perbankan,” katanya, seperti dalam keterangan resmi yang diterima Ayobandung.com.

Oded meminta Kepala Disdagin Kota Bandung Elly Wasliah untuk menghubungkan para pelaku industri kreatif dengan perbankan melalui mekanisme yang memudahkan. Hal itu diharapkan bisa meningkatkan produktivitas industri sehingga lebih menyejahterakan.

AYO BACA : Kerajinan Tak Boleh Dinomorduakan Setelah Seni

Menurutnya, kebutuhan terhadap pasar juga tidak bisa diabaikan. Oded melihat, kualitas produk Kota Bandung sangat layak untuk bisa menembus pasar internasional. Ia pun meminta Elly untuk menghubungkan para pelaku industri dengan lembaga ekspor-impor agar bisa membukakan peluang ekspor kepada perajin.

“Kalau (pasarnya) hanya di Indonesia kan terbatas, kalau luar negeri bisa membantu mereka dalam mengembangkan produksi. Kalau ada ruang atau market untuk kerja sama dengan eksportir, kenapa tidak?” imbuhnya.

Hal itu pun diamini Elly. Ia mengaku akan terus mempromosikan produk-produk industri fesyen dan kerajinan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah perluasan pemasaran untuk meningkatkan penjualan. Pada akhirnya, industri ini bisa menunjang pertumbuhan ekonomi daerah. 

“Kami akan berusaha membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk memajukan industri kecil menengah melalui pengembangan berbagai potensi yang ada,” ujar perempuan yang juga merangkap jabatan sebagai Plt Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung itu.

AYO BACA : Berburu Kerajinan Kulit Khas Garut

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar