Yamaha NMax

Kotak Pilpres TPS 7 Kelurahan Kalijaga Raib

  Rabu, 17 April 2019   Erika Lia
-Ketua KPPS Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Subandi, saat menjelaskan raibnya kotak logistik pilpres di TPS 7 Kampung Pesantren, Rabu (17/4/2019).

HARJAMUKTI, AYOBANDUNG.COM -- Logistik Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) di TPS 7 Kampung Pesantren, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, raib. Akibat ketiadaan logistik, proses pemilihan di TPS ini mengalami kemunduran.

Logistik yang raib meliputi kotak suara, surat suara, termasuk formulir. Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 7 Kelurahan Kalijaga terdata 254 pemilih.

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kelurahan Kalijaga, Subandi mengungkapkan, dari total 91 TPS se-kelurahan itu diketahui logistik TPS 7 yang tersimpan dalam satu kotak masih kekurangan. Di antara lima varian kotak yang seharusnya diterima, hanya ada empat kotak.

"Ada satu boks (kotak) yang hilang di TPS 7," ungkapnya, Rabu (17/4/2019).

Kotak yang hilang itu belakangan diketahui berisi logistik pilpres. Dia mengakui, kejadian itu tak lepas dari kekalutan pihaknya karena terdesak waktu.

Dia menyebutkan, seluruh logistik pemilu sejumlah 455 kotak diterima Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Harjamukti pada Selasa (16/4/2019) malam sekitar pukul 19.30 WIB dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cirebon. Padahal, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cirebon telah menekankan, seluruh logistik harus sudah diterima setiap TPS maksimal pukul 20.00 WIB.

"Saya kalut, jumlahnya saya tak hitung lagi," katanya.

Hanya, dia memastikan, empat kotak masing-masing untuk Pemilihan DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi Jawa Barat, dan DPRD Kota Cirebon, telah terdistribusi ke seluruh TPS. Namun, sekitar pukul 21.30 WIB pihaknya menerima laporan soal kotak suara hilang dari koordinator TPS di RW 02 yang menjadi lokasi TPS 7 berada.

Pengiriman logistik pemilu di Kelurahan Kalijaga dilakukan dengan cara menurunkan langsung barang-barang itu dari satu truk ke truk lain. Cara itu, diakuinya, terpaksa mereka lakukan karena waktu yang mendesak.

"Saya tidak lihat lagi kotak pilpres itu ada atau tidak. Asal ngedrop saja," tukasnya.

Dia juga mengaku tak bisa memastikan KPU mengirimkan kotak pilpres itu atau tidak. Selain itu, dirinya pun tak menerima kunci kotak pilpres.

Menurutnya, saat menerima seluruh kunci untuk 455 kotak bagi 91 TPS se-Kelurahan Kalijaga, dalam kondisi berantakan sehingga pihaknya harus mengurai dan menyesuaikan setiap kunci dengan kotaknya.

Dia menambahkan, kedatangan seluruh logistik bertahap. Sekitar pukul 03.00 WIB atau Rabu dini hari, seluruh logistik telah terdistribusikan ke setiap TPS di Kelurahan Kalijaga.

Namun begitu, sejauh ini belum ada konfirmasi resmi dari KPU Kota Cirebon. Hanya, Bawaslu Kota Cirebon telah mendengar soal itu dan mendatangi TPS 7 di sela pemilihan.

Ketua Bawaslu Kota Cirebon, Mohamad Joharudin mengaku, Panwascam Harjamukti telah melaporkan adanya kotak suara yang hilang di TPS 7 Kelurahan Kalijaga pada Selasa (16/4/2019) sekitar pukul 23.30 WIB. Imbas kejadian itu, proses pemungutan suara bagi para pemilih pun mundur dari waktu yang dijadwalkan semula.

"Sampai pukul 11.30 WIB, pendaftaran pemilih masih banyak," cetusnya.

Solusinya, imbuh dia, untuk surat suara di TPS 7 diambil dari TPS lain di sekitarnya. Bawaslu juga merekomendasikan pelonggaran waktu bagi para pemilih, meski aturan yang berlaku pemungutan suara ditutup pukul 13.00 WIB, pemilih yang telah mendaftar sebelum pukul 13.00 WIB diizinkan menggunakan hak pilihnya.

Disinggung soal kotak pilpres yang raib, Joharudin menyatakan belum bisa memberi penjelasan. Dia menegaskan, menyelamatkan hak pilih warga menjadi keuatamaan saat ini.

"Yang utama selamatkan hak pilih warga, (soal kotak pilpres raib) akan ditindaklanjuti setelahnya," tegas dia.
 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar