Yamaha Lexi

Tanggapi Tuntutan Calon Rektor Unpad, Ini Komentar Ridwan Kamil

  Selasa, 16 April 2019   Nur Khansa Ranawati
Gubernur Jabar Ridwan Kamil

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM--Salah satu dari dua kandidat calon rektor Universitas Padjajaran yang tersisa, Atip Latipulhayat, mengatakan dirinya akan mengajukan tuntutan perdata kepada Majelis Wali Amanat (MWA) Unpad ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait klaim kerugian dirinya selama menjalani proses pemilihan rektor Unpad yang penuh polemik selama enam bulan.

Atip mengatakan, dirinya akan menuntut ganti rugi secara tanggung renteng kepada seluruh anggota termasuk ketua MWA sebagai bentuk pertanggung jawaban atas serangkaian proses pemilihan yang dianggap cacat prosedur. Anggota MWA yang dimaksud tak terkecuali melibatkan Gubernur Jawa Barat, dalam hal ini Ridwan Kamil.

Menurutnya, Ridwan Kamil atau Emil kurang bertanggung jawab karena hanya menghadirkan perwakilan gubernur dalam setiap rapat pilrek yang digelar MWA.

"Seluruh anggota MWA, termasuk ketua-nya dan gubernur juga (akan dituntut).  Gubernur harus bertanggung jawab, selama ini dia hanya mengirim perwakilan yang berganti-ganti orang sehingga tidak paham perkembangan (polemik) nya," jelas Atip selepas konferensi pers yang dihadiri sejumlah dosen dan guru besar Unpad multi-fakultas di Gedung Sri Soemantri Fakultas Hukum Unpad, Senin (15/4/2019).

Atip berharap, kehadiran gubernur secara langsung dalam rapat MWA sebagai representasi warga bisa ikut andil meredakan polemik yang berlarut-larut tersebut.

"Apalagi gubernur posisinya sebagai representasi aspirasi warga Jabar. Harusnya dia datang," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ridwan Kamil mengatakan posisinya dalam kelembagaan MWA Unpad hanyalah ex-officio, atau jabatan pada lembaga tertentu yang melekat karena jabatannya terhadap lembaga lain. Sehingga, dirinya memilih untuk tidak banyak terlibat pada permasalahan teknis lembaga yang bersangkutan. 

"Kita kan ex-officio, jadi permasalahan teknisnya saya serahkan pada keluarga besar Unpad. Jangan berlarut-larut dan terlalu lama. Kasihan masyarakat, kasihan mahasiswa," ungkapnya di Gedung Sate, Selasa (16/4/2019).

Emil mengatakan, dirinya akan mengikuti segala keputusan yang telah ditetapkan dari hasil rapat pleno MWA. Termasuk untuk penunjukan Sekretaris Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Rina Indiastuti sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unpad untuk 6 bulan ke depan. 

"Keputusan hari ini kan ada penunjukan sampai 6 bulan, saya kira sudah dibahas, didebatkan, diargumentasikan. Pemprov Jabar mengikuti saja tapi berharap jangan berlarut-larut," jelasnya.

Pasalnya, dia mengatakan Pemprov Jabar menang tidak memiliki kewenangan khusus untuk mengintervensi dinamika putusan yang terjadi dalam lembaga tersebut.

"Kan memang tidak ada kewenangan dari provinsi. Kita anggota dari sebuah situasi. Monitor secara formal saja kita mah. Bahwa ada dinamika ada surat dari Kemenristek pemberhentian ini itu, intinya posisi Pemprov cenderung netral," ungkapnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar