Yamaha

Tusuk Jari dengan Jarum Bisa Atasi Strok? Ini Penjelasannya

  Rabu, 17 April 2019   M. Naufal Hafizh
Ilustrasi strok. (American Heart Association)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Belakangan ini beredar informasi bahwa penanganan gejala strok melalui metode menusuk ujung jari tangan menggunakan jarum. Apakah hal ini benar?

"Tidak benar. Bahkan respons nyeri akibat tusukan jarum dapat meninggikan tekanan darah yang berisiko memperburuk stroknya," tegas spesialis saraf dari FK Unika Atma Jaya, Yuda Turana, dikutip dari Antara, Rabu (17/4/2019).

Penegasan bahwa metode ini tak tepat juga diungkapkan spesialis jantung rumah sakit Harapan Kita, Dicky Armein Hanafy. Dia mengatakan cara ini tidak berguna sama sekali.

"Tidak ada gunanya sama sekali. Ada risiko infeksi, apalagi kalau jarumnya tidak steril atau bersih," kata dia dalam pesan elektroniknya.

Ketimbang memberikan pertolongan pertama di rumah, kedua dokter ini menyarankan kita segera melarikan penderita ke rumah sakit agar segera mendapatkan pertolongan.

"Keluarga harus langsung bawa ke rumah sakit," kata Yuda.

Pernyataan senada juga disampaikan spesialis jantung dari rumah Sakit Harapan Kita, Siska S. Danny. Dia menjelaskan, penyebab strok berasal dari dua hal yakni perdarahan di otak atau penyumbatan pembuluh darah otak sehingga terapinya harus berdasarkan penyebabnya. Menusuk jari menggunakan jarum bukan salah satu cara yang disarankan.

"Strok penyumbatan terapinya adalah obat pengencer darah. Dan sebaliknya strok perdarahan tidak boleh diberikan pengencer darah. Tindakan pertama yang harus dilakukan untuk pasien yang dicurigai strok adalah dibawa ke rumah sakit dan memastikan jenis strok. Jadi, tidak ada tempatnya untuk menusuk-nusuk jari," tutur dia dalam pesan elektroniknya.

Sejumlah tanda yang bisa dikenali antara lain sakit kepala yang tiba-tiba parah, lemah, mati rasa, masalah penglihatan, kebingungan, kesulitan berjalan atau berbicara, pusing dan ucapan yang tidak jelas.

Ahli kesehatan sepakat bahwa penyakit strok dapat dicegah, salah satunya dengan melakukan gaya hidup sehat. Seperti dilansir Medical Daily setidaknya ada sejumlah cara yang bisa Anda lakukan untuk mengenyahkan strok.

Pertama, berhenti merokok. Selain strok, merokok juga berhubungan dengan sejumlah masalah kesehatan seperti kanker, penyakit jantung, dan lain-lain.

Kebiasaan ini bisa meningkatkan trigliserida dalam darah, menurunkan kadar kolesterol baik (HDL), merusak lapisan aliran darah dan menyumbat alirah darah.

Kedua, rutin berolahraga. Sebuah studi menemukan, berjalan dua jam per hari bisa mengurangi risiko perempuan menderita strok sekitar 50 persen. Lebih dari itu, aktif melakukan aktivitas fisik bisa meningkatkan kesehatan kardiovaskular dan menurunkan tekanan darah—kedua hal ini berhubungan erat dengan risiko strok.

Ketiga, menjaga berat badan sehat karena berhubungan dengan risiko terjadinya diabetes, penyakit jantung, dan strok. Oleh karenanya, pertahankan berat badan ideal Anda.

Di samping itu, mengonsumsi makanan sehat dan menjaga diri tetap rileks juga menjadi upaya lainnya untuk membuang jauh-jauh risiko terkena strok.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar