Yamaha

Agar Pemilu Damai, 1000-an Siswa di Garut Doa Bersama

  Selasa, 16 April 2019   M. Naufal Hafizh
Ilustrasi Pemilu. (Attia Dwi Pinasti/Ayobandung.com)
AYO BACA : Puluhan Ribu Surat Suara Pilpres di Garut dalam Kondisi Rusak

AYO BACA : Presiden Jokowi: Abis Nyoblos Mau Tidur

GARUT, AYOBANDUNG.COM—Seribuan siswa dan guru SMKN 1 Garut menggelar doa bersama agar pelaksanaan Pemilu pada 17 April 2019 berlangsung damai dan sukses, di Lapangan SMKN 1 Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (16/4/2019).

Kegiatan Doa Bersama untuk Indonesia Damai dengan tema "Siapapun Pemimpinnya Kita Adalah Bersaudara Ciptakan Pemilu Aman dan Damai" dilakukan dengan berkumpul bersama di lapangan untuk berdoa dan mendengarkan arahan tentang pendidikan politik yang baik.

Kepala SMKN 1 Garut Dadang Djohar Arifin yang memimpin langsung doa bersama tersebut berharap kegiatan tersebut membuat siswa sebagai pemilih pemula dapat memahami pentingnya memilih pemimpin dengan cara demokrasi.

"Doa bersama ini adalah bagian dari bela negara, ada pendidikan karakter dan belajar tentang menghadapi pemilu," katanya.

Ia mengatakan, sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki kewajiban untuk membangun karakter anak bangsa agar memiliki wawasan yang bijak dalam berpolitik.

Khusus momentum saat ini, ia meminta siswa sadar dan peduli kepada bangsa serta menyalurkan hak suaranya dalam Pemilu 2019.

"Dengan pemilihan ini mudah-mudahan Indonesia ke depan lebih baik di segala bidang," katanya.

Ia menambahkan, pemilu saat ini khusus pemilihan presiden hanya diikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno.

Menurut dia, dua calon itu merupakan putra terbaik bangsa Indonesia yang siap untuk membangun Indonesia lebih baik.

"Mau nomor satu, mau nomor dua, yang penting terbaik untuk bangsa Indonesia," kata Dadang.

Ia berharap para siswa di Garut dapat berperan aktif untuk menyukseskan pemilu dan tidak terpengaruh dengan berbagai isu yang menyesatkan dan memecah belah bangsa.

Dalam kondisi pemilu saat ini, kata Dadang, siswa harus cerdas menentukan hak pilihnya, dan tidak terprovokasi dengan isu atau kabar bohong yang menyesatkan.

"Kami ingin semua mendoakan untuk bangsa Indonesia ini yang damai dan aman dalam pesta demokrasi ini," katanya.

Seorang siswa SMKN 1 Garut, Tiara Permatasari, mengatakan, pemilu merupakan momentum istimewa dalam menentukan pemimpin terbaik dari yang baik.

"Kami berharap pemimpin yang bisa mengubah negara menjadi lebih baik," kata Tiara.

Siswa lainnya, Muhamad Rizki Maulana, menyatakan, siap menyalurkan hak suaranya dalam pemilu sebagai harapan mendapatkan pemimpin yang lebih baik dan menyejahterakan rakyatnya.

"Terutama kami sebagai siswa berharap nanti ke depannya pendidikan gratis, terutama bisa melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi," katanya.

AYO BACA : Pemilih Dilarang Berfoto Saat di Bilik Suara Pemilu

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar