Yamaha Lexi

Pengalaman Berkunjung ke Kantor Google Indonesia

  Selasa, 16 April 2019   Rahim Asyik
Suasana kantor Google Indonesia yang serbadigital dengan pengamanan yang ketat (Rahim Asyik)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Berkunjung ke kantor Google Indonesia merupakan impian banyak orang di Indonesia. Banyak alasan kenapa orang ingin berkunjung ke kantor Google.

Pertama, mungkin karena penasaran membaca atau mendengar cerita tentang suasana kantor yang tidak mainstream alias gaul untuk ukuran anak-anak zaman sekarang. Kedua, Google sendiri merupakan sebuah perusahaan yang terkait dengan hajat hidup orang banyak dalam artian, banyak orang yang menggantungkan pemenuhan kebutuhan primernya akan informasi kepada Google.

Ayobandung.com termasuk salah satu media yang beruntung bisa mengunjungi kantor Google Indonesia di Pacific Century Place Tower Level 45 SCBD Lot 10 di Jalan Jendral Sudirman No. 53, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta. Kunjungan dilakukan bersama awak redaksi dari berbagai media di seluruh Indonesia pada Sabtu (13/4/2019) malam, bertepatan dengan debat terakhir Pemilihan Presiden 2019.

Kesan pertama tentang kantor Google Indonesia adalah pengamanannya ketat dan saratnya penggunaan teknologi. Saat masuk lobi kantor di lantai 1, pengunjung harus menukar KTP dengan kartu. Petugas kemudian mengantarkan pengunjung masuk ke dalam lift yang tidak ada tombolnya, tahu-tahu lift meluncur ke lantai 45.

Keluar dari lift, terdapat sebuah pintu kaca yang hanya bisa dibuka dengan bantuan kartu petugas. Tampaknya, bagian yang dimasuki adalah bagian yang relatif terbuka untuk publik.

Begitu melewati pintu kaca, pengunjung diminta untuk mengisi lagi absensi di laptop. Sambil menunggu agenda utama, pengunjung dipersilakan makan malam. Ruangan ini mirip lorong. Di sayap kiri ruangan,  menempel di dinding sebuah layar raksasa berisi panel-panel tulisan warna-warni yang terus berubah karena merekam apa yang sedang tren di mesin pencari Google di Indonesia. Di sebelah layar raksasa ini terdapat ruang pertemuan.

AYO BACA : Jelang Pemilu, Google Beri Perlindungan Anti-Hacker

Sementara itu, ruang makan terletak di sayap kanan pintu masuk dari kaca itu. Ruangan makan ini mirip seperti kantin. Chef langsung dari Google yang berada di balik meja yang berisi aneka makanan berat mempersilakan mempersilakan pengunjung mengambil apa saja makanan yang disuka. Di tempat terpisah, disediakan stand untuk makanan ringan pencuci mulut dan minuman.

Di kantin ini pengunjung boleh makan sepuasnya dengan gratis. Tak ada petugas yang meladeni. Pengunjung mengambil makanan sendiri kemudian menaruh piring, sendok, dan gelas kotor ke bagian kebersihan yang tempatnya bersebelahan dengan tempat makanan utama disajikan.

Sebelum diserahkan, pengunjung bisa membuang sayuran, daging atau tisu tersisa ke tiga tempat sampah yang disediakan di depan bagian kebersihan. Jadi, saat diserahkan, piring dan gelas sudah bersih dari sisa-sisa makanan sehingga petugas tinggal mencucinya saja.

Keluar dari kantin terdapat semacam lorong dengan banyak sekali tempat duduk dengan meja dan sudut-sudut tempat yang isinya makanan kecil dan minuman. Bersebelahan dengan lorong adalah ruangan yang lebih besar lagi dengan banyak tempat duduk yang dikelilingi kaca sehingga kita bisa melihat pemandangan Jakarta dari lantai 45.

Di salah satu sudut tempat ini terdapat dua sepeda dengan tulisan Google di bagian belakangnya. Tempat ini tampaknya disediakan untuk berfoto-foto pengunjung.

Sempat terjebak di toilet kantor Google Indonesia

AYO BACA : Tujuh Makanan Populer Indonesia Versi Google Indonesia

Di bagian awal tulisan disebutkan kalau kantor ini sarat teknologi. Kenyataannya memang demikian. Untuk masuk ke dalam toilet saja harus pakai kartu. Rupanya kartu yang diberikan kepada pengunjung di lantai 1 itu memang ada fungsinya, yakni untuk mengakses ruangan tertentu.

Namun karena tidak diberitahukan sebelumnya, seorang teman cerita kalau dia sempat terjebak di dalam toilet kantor Google Indonesia. Saat masuk ke dalam toilet yang memang tidak ada pegangannya itu, dia bisa mendekatkan kartunya ke sensor yang tersedia.

Namun saat hendak keluar, dia tak berpikir kalau harus mendekatkan kartu lagi ke sensor. Dia mencoba-coba mencari pegangan pintu dan menggeser-geser tapi tak berhasil. Akhirnya, setelah mendekatkan kartu dia berhasil keluar.

Ayobandung.com sempat mencoba toiletnya. Tempatnya sangat bersih dan sensor di mana-mana. Di bagian cuci tangan, terdapat dua macam keran. Saat tangan disodorkan ke keran pertama, yang keluar cairan sabun. Begitu tangan disodorkan ke keran di sebelahnya, baru mengucur air. Di bagian samping keran itu, tempatnya tak terlihat, terdapat blower untuk mengeringkan tangan.

Rasanya, tak tepat juga kalau dikatakan berkunjung ke kantor Google Indonesia. Lebih tepat dikatakan bahwa sebagian sudut saja dari kantor Google Indonesia. Kenyataannya memang demikian. Petugas pun beberapa kali mengingatkan bahwa pengunjung tak boleeh memotret di ruangan yang bukan ruang publik.

Walaupun demikian, kunjungan ke kantor Google Indonesia itu merupakan pengalaman yang berharga yang tidak bisa dilakukan sembarangan waktu dan orang.

AYO BACA : Peringati HUT ke-15, Gmail Luncurkan Fitur Baru

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar