Yamaha NMax

Atip Latipulhayat Akan Gugat MWA Unpad Terkait Pemilihan Rektor

  Selasa, 16 April 2019   Nur Khansa Ranawati
Atip Latipulhayat. (Nur Khansa Ranawati/ayobandung)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM -- Polemik pemilihan rektor Universitas Padjajaran hingga saat ini belum berakhir. Bahkan, seusai rapat pleno Majelis Wali Amanat (MWA) Unpad pada Sabtu, (13/4/2019) lalu, suasana semakin keruh. 

Salah seorang dari dua kandidat calon rektor yang tersisa, Atip Latipulhayat, berencana mengajukan gugatan terhadap MWA kepada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).  Rencana gugatan dilayangkan menyusul keputusan pengulangan Pilrek Unpad yang dikeluarkan Kemenristekdikti.

Lewat surat nomor R/196/M/KP.03.02/2019, Kemenristekdikti meminta kepada MWA untuk mengulang proses pilrek Unpad. MWA selaku penyelenggara pilrek yang semestinya digelar 27 Oktober 2018 lalu mengikuti anjuran kemeterian.

Hal tersebut dianggap sebagai sesuatu yang tidak adil dan tidak berdasar mengingat kedua kandidat yang tersisa pasca dicoretnya Obsatar Sinaga telah memenuhi syarat kelayakan. Atip mengatakan, dirinya akan melayangkan gugatan karena merasa telah banyak dirugikan selama menjalani proses pemilihan yang seolah tak berkesudahan tersebbut. 

"Saya akan ke PTUN. Kita akan gugat soal keputusan ini secara perdata karena saya dirugikan oleh ketidakpastian selama enam bulan ini. Belum finish sudah disuruh pulang lagi. Siapa yang menang tidak jelas," kata Atip, Senin di Gedung Sri Soemantri Fakuktas Hukum Unpad (15/4/2019).

AYO BACA : Menurut Atip, Emil Tak Pernah Hadiri Rapat Pilrek Unpad

Tuntutan ke PTUN tersebut dilayangkan untuk meminta pertanggungjawaban terhadap MWA. Atip meminta agar MWA lebih berhati-hati karena mereka mendapatkan amanat dari publik untuk menyelenggarakan pemilihan rektor.

Menurut Atip, gugatan perdata tersebut diajukan terhadap seluruh anggota MWA tanpa kecuali. Termasuk di dalamnya adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. 

Ganti rugi yang digugat akan ditimpakan secara tanggung renteng. Gugatan ini dilayangkan seorang diri tanpa partisipasi dari kandidat calon rektor lainnya.

"(Gugatannya) sendiri. Kalau informal sudah ada pembicaraan dengan mereka, tapi saya enggak tahu karena maslahnya berbeda-beda. Secara teknis hukum juga susah kalau bareng-bareng. Saya kan clear sudah memenuhi syarat semua, tidak ada prosedur yang dilanggar. Masa dibuang begitu saja," ujarnya.

Selain menuntut secara perdata, Atip juga meminta kejelasan terkait tahapan proses pengulangan Pilrek Unpad yang dimaksudkan Kemenristekdikti. Apakah dimulai dari 8 besar, atau diulang dari awal. 

"Dari rapat MWA itu jadi putusannya bagaimana. Saya perlu tahu dulu yang disebut mengulang itu bentuknya darimana. Kalau dari delapan besar kan berarti saya masih di situ. Tapi persoalnnya saya kan sudah memenuhi syarat. Kalau mengulang dari nol, itu yang terberat," jelasnya.

AYO BACA : Data dan Fakta 30 Kecamatan di Kota Bandung

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar