Yamaha NMax

Pindang Gombyang, Cerita Naik Kelas Ikan Manyung

  Senin, 15 April 2019   Erika Lia
Olahan Ikan Manyung, Pindang Gombyang, salah satu kuliner khas Kabupaten Indramayu yang kini banyak diburu pelancong.

INDRAMAYU, AYOBANDUNG.COM--Pindang Gombyang menjadi salah satu kuliner yang identik dengan Kabupaten Indramayu. Daerah berjuluk Kota Mangga dengan garis pantai sepanjang 147 km ini rata-rata memang memiliki produk makanan yang bersumber dari hasil laut.

Ikan manyung menjadi bahan utama pindang gombyang yang berasal dari laut. Biasanya, bagian badan ikan manyung diolah sebagai ikan asin yang disebut jambal roti.

Sementara, bagian kepala ikan manyung diolah sebagai makanan yang kini disebut pindang gombyang. Sesuai namanya, kepala ikan manyung melalui proses pengolahan yang disebut pindang. Dalam proses ini, kepala ikan manyung digarami dan dibumbui, kemudian direbus hingga kering.

Kata gombyang sendiri bisa berarti besar, yang dalam hal ini merujuk pada ukuran kepala ikan yang diolah. Kepala ikan manyung yang telah dipindang itu disajikan dengan kuah berbumbu rempah-rempah yang diolah dari asem jawa, kunyit, lengkuas, jahe, cabe rawit, bawang merah, bawang putih, kemiri, tomat, dan kacang tanah.

Secara keseluruhan, rasa pindang gombyang pedas manis yang berbaur dengan sedikit rasa asam. Makanan ini paling nikmat disantap saat panas atau hangat, sebagai pelengkap nasi.

Tak hanya nikmat, pindang gombyang dianggap sehat untuk dikonsumsi karena kaya protein yang terkandung dalam kepala ikan manyung. Makanan ini terutama banyak dijual di kawasan pesisir pantai Indramayu, salah satunya di Desa Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu.

Sebelum dikenal sebagai makanan nikmat yang mengundang selera, kepala ikan manyung dahulu pernah bernilai rendah, bahkan nyaris tak dianggap. Nilai kepalanya kalah jauh dibanding badannya yang diolah sebagai jambal roti.

Di pasaran, kepala ikan manyung dihargai sangat murah. Tak jarang kepalanya bahkan dibuang begitu saja karena dianggap sebagai limbah.

Salah seorang penjual pindang gombyang, Carmiah (49) mengaku, saat masih dipandang sebelah mata, harga kepala ikan manyung di pasaran hanya sekitar Rp2.500/kg. Namun, harga itu naik setidaknya sepuluh kali lipat menjadi Rp25 ribu/kg seiring nilainya kini, pasca dijadikan pemain utama dalam olahan pindang gombyang mulai sekira 2006.

"Dulu sih kepala ikan manyung ini bukan apa-apa. Saya kemudian coba memanfaatkannya," ungkap Carmiah yang menjual menu pindang gombyang di pesisir pantai Desa Karangsong.

Setelah dimanfaatkan sebagai bahan makanan, Carmiah mengaku, peminatnya belumlah banyak. Rata-rata warga heran dengan kepala ikan manyung berkuah yang diolah Carmiah. Mereka bahkan menganggapnya tak lazim.

Dibantu sang suami, Tarika, pindang gombyang dikenalkan perlahan-lahan kepada kawan-kawannya. Lama kelamaan, makanan ini kemudian menjadi terkenal hingga menjadi salah satu kuliner ikonik Kabupaten Indramayu.

Kepala ikan manyung mentah sendiri banyak dijumpai di pasar Desa Karangsong yang merupakan kawasan pantai. Biasanya, Carmiah membagi satu kepala ikan berbobot tiga kilogram itu menjadi dua bagian untuk setiap porsinya.

Rata-rata, pindang gombyang dihargai Rp40.000-Rp60.000/porsi. Umumnya, ukuran kepala ikan menjadi faktor penentu harga.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar