Yamaha Aerox

Pembangunan Manusia dan Kesejahteraan Masyarakat Jawa Barat

  Senin, 15 April 2019   Redaksi AyoBandung.Com
Logo Badan Pusat Statistik

Ibarat pertanyaan klasik telur dan ayam -mana yang terlebih dahulu ada-. Pun demikian dengan pembangunan ekonomi dan pembangunan sumber daya manusia. Keduanya saling terkait dan menentukan satu sama lain.

Sumber daya manusia merupakan salah satu kunci dalam keberhasilan pembangunan, baik pembangunan fisik maupun pembangunan sektor ekonomi.

Pembangunan ekonomi memungkinkan perbaikan dalam penyediaan sarana dan fasilitas yang menunjang pembangunan manusia, seperti keberadaan fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan dan terbukanya kesempatan kerja yang luas serta peningkatan pendapatan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Dengan meningkatnya pendapatan, maka masyarakat dapat memiliki akses kepada makanan yang lebih bergizi, lingkungan yang lebih sehat, dan pendidikan yang lebih tinggi. Dalam hal ini, pembangunan ekonomi dapat mendorong pembangunan manusia.

Di sisi lain, pembangunan manusia merupakan modal dalam terlaksananya pembangunan ekonomi yang merata dan berkelanjutan. Peningkatan kualitas manusia akan menghasilkan penduduk yang lebih sehat, lebih berpendidikan dan pada akhirnya akan memiliki penghasilan yang lebih tinggi sehingga berkontribusi positif dalam transaksi barang dan jasa yang menunjang perekonomian wilayahnya.

Pembangunan manusia dibidang kesehatan menghasilkan manusia yang tidak mudah sakit dan berumur lebih panjang sehingga akan lebih produktif dalam bekerja. Selaras dengan itu, pembangunan manusia di bidang pendidikan akan menghasilkan manusia yang memiliki pengetahuan, skill, kreativitas dan kemampuan yang berguna dalam pekerjaan dan kegiatan perekonomian daerah.

Sebagai provinsi dengan penduduk terbanyak di Indonesia, yaitu sebesar 48,683 juta jiwa (Proyeksi penduduk, BPS),  Provinsi Jawa Barat memiliki kepentingan dalam meningkatan kualitas sumber daya manusia.

Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi suatu keharusan dalam upaya mencapai visi dan misi pemerintahan Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Jawa Barat baik lahir maupun batin. Terutama mewujudkan masyarakat Jawa Barat yang memiliki daya saing dan mandiri.

Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat pada tanggal 15 April 2019 melakukan rilis data IPM Jawa Barat tahun 2018. Pada kesempatan itu, terungkap bahwa nilai IPM Jawa Barat meningkat sebesar 0,61 poin dari sebelumnya sebesar 70,69 pada tahun 2017, menjadi 71,30 pada tahun 2018. Peningkatan ini menunjukkan bahwa usaha-usaha yang dilakukan oleh seluruh stakeholders memberikan hasil yang positif. Setidaknya dalam dimensi-dimensi yang terukur dalam perhitungan IPM itu sendiri.

Dalam dimensi kesehatan, Usia Harapan Hidup (UHH) masyarakat Jawa Barat mengalami peningkatan. Bayi yang baru lahir di Jawa Barat memiliki peluang untuk hidup selama 72,66 tahun.

Jika dibandingkan dengan usia harapan hidup pada tahun 2017 yaitu 72,47 tahun, UHH pada tahun 2018 bertambah selama 0,19 tahun atau sekitar 2 bulan 8 hari.

Pada tahun 2018, jumlah penduduk Jawa Barat yang berusia di atas 70 tahun ada sebanyak 1,591 juta jiwa (BPS, 2019).

Dengan meningkatnya usia harapan hidup masyarakat Provinsi Jawa Barat, maka dimasa yang akan datang, jumlah dan proporsi penduduk berusia di atas 70 tahun akan terus meningkat. Penduduk yang sehat dan produktif di usia muda, diharapkan akan terus sehat dan senantiasa bahagia di usia tuanya.

Dalam dimensi pendidikan, indikator-indikator yang digunakan adalah Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Kedua indikator ini pun mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Nilai HLS adalah 12,45 tahun yang berarti anak-anak yang berusia 7 tahun memiliki peluang untuk dapat bersekolah selama 12,45 tahun atau sampai pada jenjang Diploma I. Sementara itu, nilai RLS Provinsi jawa Barat adalah 8,15 tahun yang berarti secara rata-rata, penduduk Jawa Barat yang berusia 25 tahun ke atas telah menamatkan pendidikan hingga kelas VIII.

Nilai ini semakin dekat dengan target pendidikan dasar 9 tahun, artinya bahwa apabila perbaikan-perbaikan dalam hal peningkatan kualitas pendidikan dapat secara konsisten dilakukan, maka cita-cita untuk dapat memberikan pendidikan dasar minimal 9 tahun pada masyarakat dapat segera terwujud.

Pengeluaran per kapita per tahun yang merupakan indikator untuk dimensi hidup layak, menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan pada tahun 2018. Indikator ini meningkat sebesar Rp505.000 atau tumbuh 4,91% dibandingkan tahun 2017 menjadi Rp10,79 juta.

Meningkatnya pengeluaran masyarakat menunjukkan adanya tren positif dalam tingkat kesejahteraan penduduk. Hal ini berbanding lurus dengan berkurangnya persentase penduduk miskin di Jawa Barat.

Berdasarkan data BPS, persentase penduduk miskin pada bulan maret tahun 2017 di Jawa Barat adalah sebesar 8.71% dan persentase tersebut berkurang menjadi 7.45% pada bulan yang sama di tahun 2018. Perbaikan kondisi ekonomi masyarakat ini dapat menjadi pendorong bagi pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk dapat mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri.

Meningkatnya IPM Provinsi Jawa Barat tahun 2018, memunculkan pertanyaan tentang bagaimana pencapaian ini dapat mendorong pembangunan khususnya di Jawa Barat.

Alokasi sumber daya yang tepat dalam pos-pos pengeluaran pemerintah di bidang pendidikan dan kesehatan dapat menjadi investasi yang sangat berharga dalam membangun sumber daya manusia Jawa Barat yang berkualitas.

Keberpihakan kepada UMKM dan produk lokal Jawa Barat dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi dengan mendorong masyarakat membelanjakan uangnya untuk mendapatkan barang dan jasa yang dihasilkan oleh sesama masyarakat lokal Jawa Barat, sehingga meningkatnya pengeluaran penduduk Provinsi Jawa Barat sejatinya adalah peningkatan pendapatan dan kesejahteraan bagi masyarakat Jawa Barat sendiri.

Widodo Budi Prayitno

BPS Provinsi Jawa Barat

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar