Yamaha Mio S

3 Tips Memulai Gaya Hidup 'Zero Waste'

  Senin, 15 April 2019   Nur Khansa Ranawati
Ilustrasi gaya hidup zero waste. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Saat ini, gaya hidup sehat dan ramah lingkungan tengah menjadi tren di masyarakat. Salah satunya yang menjadi acuan adalah gaya hidup zero waste, alias hidup dengan meminimalisasi sampah sehari-hari seminim mungkin hingga mencapai nol.

Meski terdengar sulit, namun sudah mulai banyak anak muda di Indonesia dan Kota Bandung khususnya yang mulai belajar mempraktikan hal tersebut. Contohnya adalah pegiat anti-plastik asal Bandung, Zeiny Sofiani (23), yang saat ini sedang menjalankan online shop penyedia berbagai kebutuhan makan dan belanja ramah lingkungan.

Wanita yang akrab disapa Jeje ini mengaku mulai belajar mengaplikasikan gaya hidup zero waste sejak setahun lalu. Dimulai dari mengganti sedotan plastik sekali pakai dengan sedotan stainless steel, saat ini dirinya telah berupaya sama sekali tidak menggunakan plastik untuk kebutuhan makan sehari-hari.

Ada 3 tips yang dibagi Jeje untuk dapat memulai gaya hidup ramah lingkungan tersebut : 

AYO BACA : Zzero Waste Warriors, Pejuang Lingkungan Berawal dari Sedotan

1. Mulai dari hal kecil

"Aku sendiri pun belum zero waste 100%, tapi bukan jadi alasan untuk tidak memulai," jelasnya. Tak dapat dipungkiri, untuk dapat sama sekali tidak menghasilkan sampah dalam kehidupan sehari-hari adalah sesuatu yang perlu dicapai dengan upaya besar. Pasalnya, acapkali ada hal-hal di luar keinginan pribadi yang mau tidak mau berbuah menjadi sampah, seperti kiriman paket, misalnya.

Namun, jangan jadikan hal tersebut sebagai penghalang untuk mulai merubah kebiasaan. Mulailah dari hal paling kecil yang dapat dilakukan, dan teruslah konsisten melakukannya. Bagi Jeje, hal itu berarti mengganti penggunaan sedotan plastik dengan sedotan yang dapat dipakai berulang-ulang.

"Biasanya kalau sudah mulai selangkah, nantinya akan keterusan," jelasnya.

AYO BACA : Saatnya Zero Waste Lifestyle atau Bumi Makin Tidak Layak Huni

2. Percaya akan membawa perubahan

Jangan pesimis bahwa langkah kecil yang dilakukan tidak akan membawa perubahan. Mengganti sedotan plastik mungkin terdengar sepele, namun bila hal kecil tersebut dilakukan oleh banyak orang, jumlah sampah yang berkurang pun akan signifikan.

Bahkan, bukan tidak mungkin hal tersebut akan merubah demand produk plastik tersebut, yang mulai nampak dari sejumlah kafe dan restoran di Kota Bandung yang tidak lagi menyediakan sedotan plastik.

"Jangan merasa dengan membawa tumbler (botol minum) kemana-mana tidak akan berpengaruh untuk mengurangi sampah, karena prosesnya butuh waktu. Bila banyak orang melakukan itu, sampah bisa berkurang," ungkapnya. 

3. Percaya diri

Jeje mengatakan, rasa percaya diri juga diperlukan untuk terus dapat melangsungkan gaya hidup yang bisa jadi di mata sebagian orang masih terbilang 'aneh'. Jangan sungkan untuk meminta barista di kedai kopi langganan untuk mengisikan kopi di tumbler yang dibawa, alih-alih menggunakan gelas plastik.

"Nanti juga setelah mulai, akan timbul perasaan keren dan bangga sudah berani melakukan hal itu," ungkapnya.

AYO BACA : Oded Apresiasi Bank Sampah Hijau Lestari

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar