Yamaha Aerox

20 Menit di Taman Bisa Tingkatkan Kebahagiaan

  Senin, 15 April 2019   M. Naufal Hafiz
Ilustrasi: Sejumlah warga menikmati sejuknya udara di Taman Maluku, Kota Bandung. (Irfan Al-Faritisi/Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Menghabiskan waktu 20 menit di taman, meski tidak sedang berolahraga, cukup untuk meningkatkan kesehatan dan kebahagiaan, demikian menurut sebuah studi yang dipublikasikan di International Journal of Environmental Health Research.

Seperti dilansir Time, Senin (15/4/2019), untuk studi ini, para peneliti melakukan survei kepada 94 orang dewasa yang mengunjungi salah satu dari tiga taman kota di dekat Birmingham, Inggris, selama musim panas dan gugur.

Mereka diberi pelacak kebugaran untuk mengukur aktivitas fisik, tetapi tidak diberi tahu apa yang harus dilakukan di taman. Setiap orang juga menjawab pertanyaan tentang kepuasan hidup dan suasana hati mereka sebelum dan setelah kunjungan ke taman.

AYO BACA : Ini Kata Pidi Baiq Soal Rencana Pembuatan Taman Dilan

Rata-rata, mereka berkunjung ke taman selama 32 menit, dan 30 persen orang melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang selama di sana. Hasilnya, skor kesejahteraan meningkat selama kunjungan taman pada 60 persen orang, dengan peningkatan rata-rata sekitar 1,5 poin (dari sekitar 37 menjadi 39).

Bagi banyak orang dalam penelitian ini, hanya berada di ruang hijau tampaknya cukup untuk memicu perubahan, kata Hon Yuen, direktur penelitian di departemen terapi okupasi di University of Alabama, Birmingham.

"Beberapa orang mungkin pergi ke taman dan hanya menikmati alam. Bukannya latihan. Anda rileks dan stres berkurang dan Anda merasa lebih bahagia," kata dia.

AYO BACA : Bandoeng Baheula: Kisah di Balik Patung Pastor Taman Maluku

Di sisi lain, dokter anak di Washington, D.C, Dr. Robert Zarr bahkan menuliskan ruang hijau sebagai resep. Ini "resep alam"—terapi yang hanya dapat ditebus di luar ruangan, di udara segar taman lokal.

Dokter menyarankan pasiennya untuk menghabiskan satu jam setiap minggu bermain tenis, misalnya, atau menjelajahi semua lapangan sepak bola di dekat rumah mereka.

"Ada perubahan paradigma dalam cara kita berpikir tentang taman: tidak hanya

sebagai tempat untuk menciptakan kembali sesuatu, tetapi secara harfiah sebagai resep, tempat untuk meningkatkan kesehatan Anda," kata Zarr.

AYO BACA : Taman Kota Cirebon Bakal Ditata Tematik

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar