Yamaha Lexi

Pemimpin Harus Bisa Marah

  Minggu, 14 April 2019   Redaksi AyoBandung.Com
Ilustrasi. (cuplikan film Anger Management)

“Anger does not solve problems. Anger only makes things worse. I go by the old saying: Don't make important decisions when you're angry.”

- Lionel Sosa

Meskipun marah adalah manusiawi dan terkadang diperlukan dalam kondisi-kondisi tertentu, toh sejauh ini kemampuan untuk marah masih belum menjadi kriteria pokok yang dibutuhkan bagi seorang pemimpin.

Datang dan perginya pemimpin, dalam level apa pun, baik by design maupun secara alamiah, menjadi hal yang lumrah. Tongkat kepemimpinan mesti selalu berganti dari satu pemimpin kepada pemimpin yang lainnya. Tiap zaman, memiliki pemimpinnya masing-masing.

AYO BACA : Jokowi-Prabowo dalam Penerawangan Kartu Tarot

Kalau kita buka halaman buku-buku teks tentang manajemen dan kepemimpinan, persoalan agama, etnis, ketampanan, kefasihan berbahasa asing maupun kekayaan, sama sekali tidak pernah disebut-sebut sebagai salah satu kriteria yang harus dipenuhi oleh seorang pemimpin. Begitu pula soal kemampuan untuk marah sejauh ini tidak pernah disebut-sebut sebagai salah satu kriteria yang dibutuhkan bagi seorang pemimpin.

Bill Murphy (2014) menegaskan bahwa salah satu syarat penting untuk menjadi seorang pemimpin adalah memiliki jiwa kepahlawanan. Menurut Bill Murphy, terdapat sedikitnya lima karakter yang senantiasa lekat dengan jiwa kepahlawanan, yang idealnya mesti dimiliki oleh setiap pemimpin dan juga calon pemimpin.

Karakter pertama adalah keberanian. Kisah-kisah kepahlawanan, di mana pun, baik itu yang sifatnya fiksi maupun yang benar-benar real alias nyata, selalu tidak pernah lepas dari aspek keberanian. Imaji pahlawan identik dengan orang-orang pemberani. Maka, para pemimpin haruslah orang-orang pemberani. Misalnya, berani dalam hal memperjuangkan kebenaran dan keadilan dengan berbagai risikonya. Selalu berani dalam membela yang benar, bukan selalu membela yang bayar.

Karakter kedua yaitu mengesampingkan kepentingan pribadi. Para pahlawan adalah orang-orang yang tidak pernah menempatkan kepentingan pribadi sebagai prioritas kehidupan mereka. Bagi para pahlawan, kepentingan masyarakat, kepentingan bangsa dan negara adalah hal yang jauh lebih krusial untuk diperjuangkan. Pahlawan selalu memikirkan yang di luar diri mereka. Dan bukan memikirkan yang di dalam diri mereka.

AYO BACA : Ayo Kenali Lagi 5 Jenis Surat Suara dan Peruntukannya

Karakter berikutnya adalah kerendah-hatian. Pahlawan sejati tidak pernah menepuk dada sembari berkoar-koar menyanjung diri mereka setinggi langit dan mengungkit-ungkit jasa yang telah mereka perbuat. Mereka benar-benar tulus ikhlas, tanpa pamrih, melakukan apa yang harus mereka lakukan. Bahkan, bila perlu, tidak ada seorang pun yang harus tahu ihwal apa yang telah mereka perjuangkan dan lakukan.

Selanjutnya adalah kesabaran. Perjuangan selalu menuntut kesabaran. Perlu waktu yang tidak pendek. Cita-cita apa pun tidak akan pernah datang secara instan, secara ujug-ujug. Pahlawan adalah orang-orang yang senantiasa memiliki kesabaran dalam memperjuangkan cita-cita luhur mereka hingga titik darah penghabisan.

Dan karakter terakhir yaitu penuh perhatian. Para pahlawan selalu ingin melihat meningkatnya kualitas kehidupan orang-orang dan lingkungan di sekelilingnya. Karenanya, mereka senantiasa pula mencurahkan perhatian kepada orang-orang dan lingkungan di sekitarnya. Mereka selalu tergerak untuk berbuat menjadikan kualitas kehidupan orang lain dan lingkungannya menjadi semakin baik.

Sementara itu, menurut Morrison (2017), kemampuan mengontrol emosi secara baik merupakan salah satu aspek krusial yang perlu dimiliki seorang pemimpin. Dengan demikian, persoalan apa pun yang dihadapi tidak akan membuat emosi seorang pemimpin meledak-ledak. Seorang pemimpin harus mampu menciptakan suasana damai dan sejuk, bukan justru membuat suasana senantiasa panas dan penuh amarah.

Sudah barang tentu, kita akan sangat beruntung apabila di sekeliling kita terdapat para pemimpin yang memiliki karakter heroik yang dibarengi dengan kemampuan mengontrol emosi secara baik.

Djoko Subinarto

AYO BACA : Tinta Pemilu Kenapa Ungu?

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar