Yamaha Lexi

Roda do Més Bandung: Silaturahmi Komunitas Capoeira di Indonesia

  Minggu, 14 April 2019   Andres Fatubun
Penikmat seni beladiri capoeira mengikuti Roda do Més di Lapangan Gasibu Bandung. Acara digelar oleh Komunitas Capoeira Bandung dihadiri oleh 35 peserta dari berbagai komunitas. (Alya Dinda/ayobandung)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Komunitas Capoeira Bandung menyelenggarakan Roda do Més di Lapangan Gasibu Bandung yang dihadiri oleh 35 peserta dari berbagai komunitas capoeira.

Kata "Roda do Més" berasal adalah bahasa Brazil Portugis yang berarti roda tiap bulan. Roda merupakan lingkaran para capoeirista (pemain capoeira) dan para pengiring musik capoeira. Sedangkan "do Més" berarti setiap bulan. Seperti namanya, roda ini diselenggarakan tiap bulan sekali di Bandung.

Dalam Roda do Més Bandung, terlihat sekumpulan para peserta capoeira yang membentuk lingkaran besar. Di tengah lingkaran itu, ada dua petarung melakukan aksi beladiri capoeira diiringkan musik dan nyanyian tradisional Brazil.

AYO BACA : Jokowi-Prabowo dalam Penerawangan Kartu Tarot

Pertarungan ini dilakukan secara bergantian oleh para pemain yang ada di lingkaran. Selain bergantian bertarung, para pemain juga harus bergantian memainkan alat musik. Sedangkan sisanya yang tidak sedang bertarung maupun mengiringkan musik, harus ikut menyanyi untuk mendukung irama dalam Roda.

Roda do Més Bandung terbuka untuk umum dan mengundang seluruh komunitas capoeira yang ada di Indonesia. Roda ini tidak hanya ditujukan pada komunitas capoeira di Bandung, tetapi komunitas capoeira dari kota di sekitarnya juga. Peserta yang mengikuti roda tidak hanya berasal dari Bandung, tetapi juga ada yang berasal dari Jakarta, Karawang, hingga Kota Padang.

Berdasarkan penjelasan Paul, selaku koordinator penyelenggara kegiatan, Roda do Més Bandung telah diadakan dua kali dari sejak bulan Maret 2019 lalu. Dia berharap Roda do Més dapat menjadi kegiatan rutin setiap bulan untuk ke depan dan dihadiri lebih banyak peserta di kegiatan selanjutnya. 

"Semoga mulai bulan depan roda ini dapat diruntinkan dan kegiatan yang selanjutnya lebih ramai lagi. Tidak hanya teman-teman capoeira dari Bandung saja yang ikut, tapi juga dari berbagai daerah," jelasnya, Sabtu (13/04/2019).

Roda do Més Bandung menjadi wadah silahturahmi bagi para capoeirista di seluruh Indonesia, terutama di Bandung. Tidak seperti roda pada umumnya, suasana Roda do Més sangat santai dan terbuka. Para peserta tidak perlu menggunakan seragam untuk capoeira, tetapi bisa bebas pakai baju apa saja.

AYO BACA : Yamaha Jabar Gelar Yamaha Inspiring Women

Dalam roda ini pun para peserta dari berbagai komunitas capoeira saling berkenalan dan bermain bersama untuk pertama kalinya. Siapa pun dibuat nyaman untuk bermain dalam roda ini, sehingga siapa pun dapat bergabung. Tidak peduli dari mana asalnya, capoeira adalah olahraga yang dapat dilakukan siapa saja.

"Capoeira adalah seni bela diri untuk semua orang. Tidak peduli asal, ras, umur dan bentuk badannya, siapa pun bisa belajar capoeira," ujar Fazi, salah satu peserta roda.

Fazi menekankan pendapatnya bahwa capoeira tidak memandang bentuk badan karena terdapat beberapa temannya yang berbadan gempal namun tetap lincah melakukan aksi bela diri capoeira.

Peserta yang terlihat mengikuti roda ini memang berasal dari berbagai kalangan umur. Dari kalangan anak sekolah hingga yang sudah bekerja mengikuti roda tersebut. Semua peserta terlihat sangat akrab dan bergembira dalam Roda do Més Bandung. (Alya Dinda)

AYO BACA : 10 Tahun Berseragam Man United, Antonio Valencia Hengkang

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar