Yamaha Aerox

Senjata Kedua Paslon Tingkatkan Pemerataan Kesejahteraan Rakyat

  Sabtu, 13 April 2019   Nur Khansa Ranawati
Grafis Capres-cawapres

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM-- Pada sesi debat terbuka di debat pilpres terakhir yang diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019), paslon nomor urut 01, Joko Widodo dan Maruf Amin melontarkan pertanyaan seputar strategi mendukung pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Menjawab hal tersebut, Prabowo Subianto mengatakan, meskipun dirinya berasal dari 1% kalangan elite di Indonesia. Namun hal itu tak menghalangi dirinya untuk peduli pada permasalahan kesenjangan di masyarakat.
"Saya bagian dari 1% yang mengerti tanggung jawab, cinta tanah air, dan patriotik," ungkapnya. 
Dia mengatakan pihaknya akan berfokus mencipyakan lapangan kerja, investasi besar-besaran dalam pendidikan dan kesehatan sehingga warganya dapat bersaing dengan negara lain.
Menanggapi hal tersebut, Joko Widodo mengatakan dirinya akan meneruskan program-program pengentasan kesenjangan yang saat ini telah dijalankan. Beberapa di antaranya adalah pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa hingga dana desa.
"Dengan pembangunan infrastruktur di luar Jawa, akan ada titik-titik pembangunan di luar Pulau Jawa. Dana desa sampai 2019 ini juga sudah turun Rp2500 triliyun di 74.900 desa dari Sabang sampai Merauke untuk pemerataan," jelasnya.
Di samping itu, Jokowi juga akan kembali melancarkan program pembagian Kartu Indonesia Sehat serta Kartu Indonesia Pintar.
"Kita telah melangsungkan Program Keluarga Harapan, pembagian Kartu Indonesia Sehat agar ketika sakit tidak terbebani biaya rumah sakit, juga Kartu Indonesia Pintar sehingga anak-anak dapat sekolah dari SD hingga SMA, nanti akan sampai kuliah," jelas Jokowi.
Sementara itu, Sandiaga Uno mengatakan pihaknya akan memanfaatkan kartu identitas yang telah dimiliki masyarakat, yakni E-KTP, sebagai single identifikasi number untuk memudahkan pengidentifikasian kemiskinan dalam masyarakat.
"Dengan program big data nasional, E-KTP bisa jadi single identification number lewat nama dan alamat, jadi kemiskinan bisa mudah diketahui," jelasnya.
Dia memilai penurunan harga pangan dapat menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menghapus kemiskinan.
"Kuncinya adalah harga pangan. Begitu harga pangan diturunkan, tingkat kemiskinan akan turun. Link and match untuk para pencari kerja juga akan dilakukan," jelasnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar