Yamaha NMax

CEK FAKTA: Rasio Pajak Indonesia Turun Terus dalam 5 Tahun Terakhir

  Sabtu, 13 April 2019   Rahim Asyik
Ilustrasi pajak.(cphpost)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Masalah penurunan pajak mencuat dalam debat kelima Pemilihan Presiden 2019 yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Dalam pertanyaan bertema keuangan dan investasi di segmen ketiga debat, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mempermasalahkan tax ratio Indonesia yang turun dari 16% menjadi 10%.

Penurunan itu berbanding terbalik dengan kenaikan tax ratio Malaysia dan Thailand yang naik sampai 19%.

Soal penurunan tax ratio Indonesia diakui oleh calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo. Namun Joko Widodo menyatakan, angka penurunannya adalah dari 16% ke 10 koma sekian persen.

Sebagai informasi, tax ratio atau rasio pajak adalah perbandingan penerimaan pajak terhadap produk domestik bruto. Rasio ini merupakan alut ukur untuk menilai kinerja penerimaan pajak suatu negara. Komponen penerimaan pajak di Indonesia mencakup penerimaan pajak pusat, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) minyak dan gas, dan PNBP pertambangan umum.

Sementara itu, penurunan rasio pajak memang benar terjadi. Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pajak dan Kementerian Keuangan, rasio pajak Indonesia mencapai angka tertinggi 14% pada tahun 2012. Semenjak itu, penurunan terjadi dalam lima tahun hingga 2017. Pada tahun 2017, rasio pajak Indonesia sebesar 10,70%.

Sementara itu, dalam setahun terakhir sejak 2017, yakni pada 2018, rasio pajak Indonesia naik lagi menjadi 11,50%.

Dalam kesempatan itu, Joko Widodo mengingatkan bahwa naiknya rasio pajak secara drastic atau sekitar 5% dalam setahun, maka akan terjadi penarikan uang sekitar Rp750 triliun. Joko Widodo mengkhawatirkan, masuknya uang sebesar itu akan menimbulkan shock economy.

Oleh karena itu, Joko Widodo menekankan pertumbuhan rasio pajak lebih ke arah menguatkan tax base-nya ketimbang menarik pajak perseorangan secara besar-besaran dalam tempo cepat.

Prabowo mengamini apa yang disampaikan oleh Joko Widodo. Akan tetapi, Prabowo mengharapkan pemerintah untuk lebih punya keberanian menaikkan rasio pajak sehingga bisa menyamai atau bahkan melampaui Malaysia dan Thailand.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar