Yamaha Aerox

Catat! Ini 7 Tips Agar Kamu Dipandang Baik saat Wawancara Kerja

  Jumat, 12 April 2019   M. Naufal Hafizh
Ilustrasi. (Pixabay)

COBLONG, AYOBANDUNG.COM—Jangan remehkan impresi pertama saat wawancara kerja, karena itu menjadi penentu dalam dunia karier!

Impresi pertama sangat menentukan nasibmu ke depannya. Mulai dari cara berpakaian hingga bahasa tubuh, semuanya memainkan peranan penting untuk menciptakan kesan pertama yang positif.

Ingat, kamu tidak akan memiliki kesempatan kedua untuk membentuk impresi pertama dalam setiap perkenalan. Karenanya, kamu harus membuat impresi pertama sebaik mungkin dalam wawancara kerja! Berikut ini tips dari Unpad BUMN Center of Excellence (Unpad BCE) agar diterima perusahaan ketika melamar kerja:

1. Hadir Tepat Waktu

Kamu sudah memberikan kesan awal yang bagus ketika hadir tepat waktu. Dengan begitu, kamu menunjukkan keseriusan dan persiapan yang baik dalam melamar pekerjaan.

Bahkan, lebih baik jika kamu datang ke tempat wawancara kerja lebih awal. Sebaiknya datang 15 menit lebih awal dari jam yang telah ditentukan. Dengan begitu, kamu dapat mempersiapkan diri untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan sehingga menjadi lebih tenang dalam menjalankan wawancara kerja.

2. Berpakaian dengan Pantas

Pakaian yang sesuai bisa menjadi senjatamu untuk mendapatkan kesan yang baik dari pewawancara. Apa yang kita kenakan dapat menunjukkan banyak hal tentang diri kita.  Berpakaian yang pantas juga bisa mengarahkan kita pada percakapan awal yang bagus. 

Bagi perempuan maupun laki-laki, gunakan jas dan hindari jeans untuk menghindari kesan kurang formal. Gunakan atasan dan bawahan yang berwarna senada, hindari warna neon atau warna yang mencolok.

Tetap berpenampilan rapi namun sederhana. Jangan menyusahkan diri dengan sepatu yang tidak nyaman, cukup gunakan sepatu gelap dengan bagian depan tertutup dan hak tinggi kurang dari 5 cm bagi perempuan. 

Selain itu, untuk menjaga kesan formal, jangan menggunakan aksesori yang terlalu mencolok dan riasan berlebihan. Sebisa mungkin hindari penggunaan parfum yang berlebihan. Cukup hindari bau badan agar tidak mengganggu orang lain!

Pastikan kita merasa nyaman dan yakin dengan apapun yang kita pakai, karena itu berdampak positif pada suasana hati.

Gunakan pakaian yang berbahan menyerap keringat seperti katun agar membuatmu tetap merasa nyaman meski di situasi yang menegangkan.

3. Perhatikan Cara Menjabat Tangan

Jabatan tangan adalah momen pertama saat kamu berkenalan dengan orang lain. Pastikan kamu terlihat profesional, tegas, namun juga ramah saat wawancara kerja, dimulai dengan kamu berjabatan tangan dengan pewawancaramu.

Jabat tangan dengan tegas namun tidak terlalu erat, dengan jari telunjuk berada di bawah telapak tangan lawan bicaramu. Sentuhkan lipatan antara telunjuk dan jempolmu dengan lawan bicaramu untuk memberikan kesan ramah. Untuk terbiasa berjabatan tangan dengan baik, latih dirimu dengan mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari pada teman atau kolegamu.

4. Jangan Lupa Tersenyum 

Walaupun wawancara kerja terasa menegangkan, jangan terlalu jelas menunjukkan bahwa kamu merasa gugup. Percaya diri dan yakin dengan dirimu sendiri. Ingat, wawancara kerja adalah saat yang tepat untuk menunjukkan kualitas diri dan berkenalan dengan orang-orang yang nantinya akan bekerja denganmu!

Cobalah tersenyum secara alami untuk membuatmu lebih tenang dan percaya diri.

Usahakan untuk tidak lupa tersenyum pada pewawancaramu. Ini untuk memperlihatkan kesan bahwa kamu adalah orang yang mudah beradaptasi dengan suasana baru dan dapat bekerjasama dengan orang-orang baru. 

Psikolog, James McConell, mengatakan, senyuman dapat menciptakan dan membuat kesan pertama berjalan efektif, serta menunjukkan hal bahagia. Ekspresi wajah biasanya merupakan aspek pertama yang orang perhatikan tentang diri kita ketika mereka membuat penilaian awal.

5. Jaga Kontak Mata

Kita selalu diajarkan untuk bersikap sopan dengan cara menatap mata lawan bicara saat berkomunikasi. Karena itu, menjaga kontak mata juga harus diterapkan dalam menjalankan wawancara kerja.

Mata adalah jendela yang bisa memperlihatkan profesionalisme dan kualitas dirimu dalam wawancara kerja. Saat menatap mata pewawancara, kamu menujukkan ketertarikan pada pekerjaan dan segala hal yang akan disampaikan.

Selain itu, kamu mengapresiasi setiap tawaran perusahaan. Pewawancara akan senang dan bersemangat untuk menceritakan banyak hal. Sebaliknya, jika mencoba menghindari pandangan mata pewawancara, maka kamu akan terkesan tidak sopan dan tidak tertarik pada pekerjaan.

Kontak mata saat wawancara kerja menunjukan kepercayaan diri, kejujuran, maksud dan tujuanmu melamar kerja, serta mengartikan minatmu terhadap pekerjaan yang ditawarkan. Maka biarkanlah matamu “berbicara”. 

Saat tertarik dengan informasi dari pewawancara, sorot matamu akan memperlihatkannya. Saat matamu berbinar menunjukan ketertarikan, maka pewawancara akan semakin semangat menjelaskan hal-hal terkait job desk atau fasilitas perusahaan sehingga yakin untuk merekrutmu. 

Maka dari itu, kamu harus berani menatap mata pewawancaramu agar wawancara kerjamu sukses.

6. Perhatikan Bahasa Tubuh

Riset menunjukkan 60-90 persen komunikasi terjadi dalam bentuk nonverbal. Bahasa tubuh, gestur, dan ekspresi menunjukkan apa yang sedang dipikirkan beserta emosimu. 

Perhatikan bagaimana kamu berada dalam posisi duduk. Jangan duduk terlalu tegak karena akan memberikan kesan tegang dan panik, namun jangan juga terlalu bungkuk karena akan memberikan kesan terlalu santai dan tidak tertarik pada wawancara tersebut. Jaga postur tubuh agar tetap tegak dan rileks. Condongkan badan untuk menunjukkan jika kita mendengar apa yang mereka katakan. Jangan ragu memberi isyarat dengan tangan saat kita berbicara. Sebab, isyarat tangan ketika berbicara telah terbukti dapat meningkatkan proses berpikir.

Banyak hal yang dapat dibaca dari bahasa tubuh seseorang selama durasi waktu wawancara. Ketika bertemu dengan seseorang untuk pertama kalinya, sangat penting untuk memperhatikan bahasa tubuh mereka, termasuk pewawancaramu. 

Dengan membaca bahasa tubuh pewawancaramu, itu dapat membantumu untuk menjaga pembicaraan dengan baik. 

7. Bicara dengan Baik dan Jelas

Bahasa yang kamu gunakan dapat menunjukkan kualitas dirimu. Hindari sebisa mungkin penggunaan kata-kata “gaul” atau yang berbau SARA.

Dengan menggunakan bahasa yang sesuai konteksnya, kamu akan memberikan kesan serius dan profesional. Begitu pula sebaliknya, jika salah menggunakan konteks bahasa, hal ini bisa membuat pewawancara langsung memandangmu buruk. 

Berbicara dengan artikulasi yang jelas juga sangat penting agar maksudmu tersampaikan dengan baik pada pewawancaramu. (Alya Dinda)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar