Yamaha NMax

Jelang Pemilu, Ridwan Kamil Imbau Milenial Banyak Riset

  Jumat, 12 April 2019   Nur Khansa Ranawati
Acara Forum Pimpinan Redaksi media massa arus utama se-Jabar di kafe Nara Park Bandung, Jumat (12/4/2019). (Nur Khansa Ranawati/ayobandung.com)

CIDADAP, AYOBANDUNG.COM -- Pemilu 2019 tinggal menghitung hari. Dalam waktu yang relatif singkat ini, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengimbau milenial Jabar untuk dapat kritis menentukan pilihan. Hal ini menjadi penting mengingat milenial se-Indonesia menguasai 40% dari total jumlah suara pemilih tetap.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, mengatakan hal tersebut dapat dilakukan dengan mengenali rekam jejak para peserta pemilu.

"Khusus untuk milenial dan para pemilih baru generasi Z, lakukan riset dengan baik melalui rekam jejak pemimpin. Silakan dipilih calon legialatif yang akan mewakili suara kita," ungkapnya ketika ditemui seusai mengisi Forum Pimpinan Redaksi media massa arus utama se-Jabar di kafe Nara Park Bandung, Jumat (12/4/2019).

AYO BACA : Jelang Pemilu 2019, Pengamat: Milenial Bukan Pencari Berita Politik

Menurutnya, selain rekam jejak, visi dan misi pun perlu menjadi bahan pertimbangan agar pihak yang terpilih adalah orang-orang terbaik yang dapat mewakili aspirasi masyarakat.

"Tolong diriset juga rekam jejaknya, jelas di visi dan misi-nya hingga pada saat pemilu kita betul-betul memilih rombongan manusia-manusia terbaik di Indonesia untuk mengatur hidup kita 5 tahun ke depan dengan lebih baik dan berkualitas," ujar Emil.

Tidak Golput

AYO BACA : Sekda Jabar: Tak Hanya Cerdas, Milenial Harus Berbudaya dan Beretika

Sebelumnya, Emil juga sempat mengimbau warga Jabar untuk tidak menjadikan golput sebagai pilihan pada pesta demokrasi 5 hari mendatang. Hal tersebut disampaikan di Gedung Sate beberapa waktu lalu.

Orang yang golput, Emil mengatakan, pada umumnya terbagi ke dalam dua kategori ; yakni golput teknis dan golput ideologis. Bagi yang memiliki pandangan golput ideologis karena tak menemukan calon pemimpin yang tepat, Emil meminta untuk mempertimbangkan kembali hal tersebut.

"Kalau golput ideologis karena tidak ada pilihan saya kira diriset lagi lah, tidak ada calon yang sempurna pada dasarnya," ungkapnya.

Adapun golput teknis, dia mengatakan lebih disebabkan oleh halangan untuk datang menyoblos ke TPS saat Pemilu karena lebih memilih untuk berekreasi atau hal lainnya.

"Untuk golput teknis, saya harap jangan kemana-mana dulu karena ini hari penting. Saya instruksikan jangan pikinik-piknik darmawaisata dulu. Nyoblos dulu," ungkapnya sebagaimana yang dimuat di ayobandung.com pada Selasa (9/4/2019).

AYO BACA : Bidik Kaum Milenial, Agung Podomoro Pasarkan Rumah Rp800 Juta/Unit

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar