Yamaha

Kisah Perjuangan UMKM Fesyen Asal Kopo Bandung

  Jumat, 12 April 2019   Anya Dellanita
Pemilik UMKM Uciku Fashion Ida Zuhida (kanan). (Istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Anggapan bahwa wanita adalah mahluk yang lemah itu tidak benar, minimal buat Ida Zuhida. Nyatanya, perempuan satu ini bisa membantu suaminya lewat bisnis fesyen yang dibangunnya.

Perempuan yang akrab disapa Uci ini memulai bisnisnya sudah sejak lama. Awalnya, Uci mendirikan usahanya karena kebutuhan rumah tangga yang kian tinggi.

"Awalnya karena kebutuhan rumah tangga yang kian tinggi. Lama-lama ada kepuasan tersendiri ketika melakukan transaksi barang," katanya saat dihubungi via Whatsapp, Kamis (11/4/2019).

Mantan penulis ini menambahkan, uang modal merintis usaha ini didapat dari honornya semasa dirinya menjadi penulis. Dia juga menceritakan tentang sistem penjualan produknya yang berganti.

"Awal merintis usaha pakai uang hasil nulis. Belanja barang, jual. Ke tetangga, temen kantor dan lain-lain. Tapi cara ini gak efektif. Karena jika ada repeat order, barang yang dimaksud ternyata sudah gak ada. Jadi, diputuskan produksi sendiri. Beli mesin dan cari tukang jahit sendiri," kata dia.

AYO BACA : Emil Minta IKEA Rangkul UMKM Jabar

Kini, produknya yang diberi nama Uciku Fashion sudah langganan jadi peserta pameran. Tak hanya di Bandung, Uciku Fashion sudah sering mengikuti pameran di luar daerah, seperti Jakarta.

Selain dalam pameran, Uciku Fashion juga melayani penjualan daring. Semua barang tersebut dikirim Uci dari rumahnya di area Kopo Bandung.

Kisah manis Uci bukan berarti berjalan mulus. Ada momen dirinya merugi.

Uci pun berbagi kisahnya saat merugi dan bercerita cara menangani kerugiannya tersebut.

"Ruginya udah gak kehitung lagi. Dan males juga ngitung ruginya takut stres hahaha. Usaha pasti ada ruginya, gak melulu untung," ujar Uci.

AYO BACA : Dicari 2.500 Wirausahawan untuk Ikut UMKM Juara Jabar

"Untuk meminimalisasi kerugian, ya harus memperbaiki sistem. Tidak meminjamkan barang ke orang, misalnya. Menghitung dengan cermat biaya operasional toko, dulu. Dengan dagang online kerugian dengan cara ini bisa dihindari. Tak ada sewa toko. Orang transfer dulu baru barang dikirim. Kalau rugi yang besar biasanya dari gagal produksi. Biasanya barang gagal produksi dijual di bawah harga modal, asal gak mubazir  aja," tambahnya.

Uci juga mengungkapkan, dirinya tak pernah jadi "anak asuh" pemerintah seperti dinaungi oleh Indag.

Dia mengatakan, dirinya lebih senang mendobrak sendiri pasar. Menurut Uci, fasilitas dari pemerintah cukup dengan pameran dan pelatihan melalui dinas UMKM dan Kementerian UKM saja.

Meski begitu, perempuan berusia 53 tahun ini mengatakan, bisnis perlu jaringan juga. 

"Saya dulu gabung dengan IWAPI, KADIN, dan merapat ke Dinas UMKM, lalu membentuk sebuah komunitas bernama Komunitas Fashion Jabar. Dari wadah-wadah seperti ini kita bisa saling terkait, saling berbagi info," ujarnya.

Uci mengungkapkan, di era saat ini, pemasaran yang terbaik adalah melalui internet.

"Pemasaran yang paling bagus sekarang yang melalui penjualn online, baik melalui medos atau market place. Kunci bisnis yang sukses adalah menjaga trust konsumen dengan memberikan servis yang baik dan menjaga kualitas barang agar tidak mengecewakan konsumen," pungkasnya.

AYO BACA : Aplikasi 'CariAja' Bantu Bisnis Pelaku UMKM

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar