Yamaha Mio S

Hindari Misinformasi, Ridwan Kamil Gelar Forum Pemred Media se-Jabar

  Jumat, 12 April 2019   Nur Khansa Ranawati
(ki-ka) Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setda Jabar Hermansyah, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Pemimpin Redaksi Pikiran Rakyat Noe Firman, dan CEO PT Ayo Media Network Hilman Hidayat. (Nur Khansa/ayobandung)

CIDADAP, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menggelar silaturahmi dan diskusi dengan 30 pemimpin redaksi media massa arus utama se-Jawa Barat di kafe Nara Park Bandung, Jumat (11/4/2019).

Ajang pertemuan bertajuk Forum Pemred tersebut digelar untuk kali pertama. Salah satu tujuannya, disamping menjalin silaturahmi, adalah untuk mengurangi adanya simpang siur informasi mengenai sejumlah isu di Jabar.

"Kita menyadari Jawa Barat yang penduduknya hampir 50 juta (adalah) konsumen berita yang luar biasa. Tentu butuh akurasi dan kecepatan berita yang menjadi kebutuhan media. Ada harapan dari pemimpin-pemimpin redaksi agar hal ini kita sempurnakan," jelas Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil saat ditemui selepas acara.

Dalam diskusi yang berlangsung selama kurang dari dua jam tersebut, para pemred melontarkan pertanyaan, masukan, maupun unek-unek kepada Emil mengenai cara penggalian informasi di area Pemerintahan Provinsi Jabar, khususnya pada dirinya sebagai figur kepala daerah. 

Salah satunya yang mendapat sorotan adalah mengenai unsur eksklusifitas dan akurasi yang dibutuhkan media dalam memproduksi berita.

Hal tersebut dirasa dapat dijaga apabila Emil menginformasikan hal yang akan dilempar ke publik via unggahan media sosial ke wartawan terlebih dahulu, agar masyarakat dapat menelan informasi secara lebih utuh.

"Contohnya posting-an dari Pak Gubernur tentunya diprioritaskan di-share dulu ke kalangan media sebelum di-posting di akun pribadi sehingga masyarakat tetap mengonsumsi informasi utamanya melalui media utama. Kita perbaiki," ungkapnya.

Di samping itu, Emil juga berpesan pada media untuk meliput Pemilu 2019 yang akan berlangsung dalam hitungan hari dengan berimbang.

"Saya menitipkan di sisa waktu Pemilu, Jabar betul-betul tenang. Hindari pemberitaan yang bisa menimbulkan multi persepsi atau keresahan, karena kita harus jaga betul transisi kekuasaan ini supaya aman, damai, lancar," ungkapnya.

Forum Pemred ini rencananya akan diagendakan rutin per tiga atau dua bulan sekali. Hal serupa juga diselenggarakan di tingkat kepala daerah se-Jabar.

"(Tujuannya) untuk memastikan tidak ada miskomunikasi, karena problem kita kadang-kadang bukan punya tidak punya uang atau tidak punya ilmu, tapi seringkali salah ambil keputusan karena informasi yang masuknya kurang tepat atau keliru," ungkapnya. 
 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar