Yamaha Mio S

Cara Menanggulangi Korban Miras Oplosan

  Kamis, 11 April 2019   Fathia Uqimul Haq
Peneliti keracunan metanol asal Universitas Oslo, Morten Rostrup. (Fathia Uqimul Haq/Ayobandung.com)

SUKAJADI, AYOBANDUNG.COM--Konsumsi miras oplosan masih dikatakan cukup tinggi. Di Indonesia, 3,3% orang yang berusia lebih dari 10 tahun meminum alkohol atau kurang lebih 6,17 juta orang. Berdasarkan jenis miras, 203.610 orang meminum miras oplosan.

Miras oplosan mudah sekali didapatkan karena harganya yang sangat murah di kisaran Rp15.000 sampai Rp20.000 per bungkus plastik sehingga terjangkau oleh masyarakat.

Peneliti keracunan metanol asal Universitas Oslo, Morten Rostrup mengatakan orang mengonsumsi alkohol bertujuan supaya mendapatkan sensasi atau perasaan gembira. Namun, di dalam miras oplosan terdapat metanol yang membahayakan jika direaksi dalam tubuh.

Metanol sendiri tidak berbahaya, tetapi jika masuk ke dalam tubuh akan berubah menjadi asam format, ujarnya, Kamis (11/4/2019).

AYO BACA : Miras Oplosan Bisa Sebabkan Kebutaan Total

Lambatnya penanganan akibat miras oplosan akan menyebabkan kefatalan. Mulai dari pusing, mual, muntah, tidak sadarkan diri, kebutaan total, hingga kematian.

Karena ketidaktahuan masyarakat, akhirnya mereka membeli miras oplosan. Rata-rata, pembeli miras oplosan ini merupakan warga menengah ke bawah.  Di samping itu, korban miras oplosan cendeurng disembunyikan karena menjadi aib keluarga. Dampaknya, korban tidak tertangani maksimal dan bisa meninggal dunia.

Pencegahan itu kuncinya early Treatment. Penangan lebih awal supaya tidak terjadi akibat yang lebih fatal, ujarnya.

Morten telah melakukan riset terkait keracunan metanol. Ternyata kasus ini banyak didapati di beberapa negara. Setelah ditelaah, gejala akibat miras oplosan mirip dengan penyakit lain. Oleh sebab itu, Morten dan tim melakukan riset bagaimana  cara penanganannya.

AYO BACA : Nasib Pembuat Miras Oplosan Cicalengka Diputuskan Hari Ini

Metanol poisoning ini adalah masalah global. Hampir setiap negara di dunia. Ratusan orang meninggal setiap tahun karena diagnosanya yang sulit dan gejalanya yang hampir sama dengan penyakit lain, jelasnya.

Hal yang terjadi pada korban akibat meminum miras adalah terlalu banyak asam pada tubuhnya. Sehingga medis perlu memberikan obat untuk menetralkan asam tersebut. Metanol yang ada dalam tubuh akan berubah menjadi asam format. Asam format itulah yang membuat tubuh menjadi bereaksi.

Prinsipnya yang pertama adalah menetralkan asam, kedua mencegah jangan sampai metanol jadi asam format, ujarnya.

Medis bisa mengubah metanol supaya tidak menjadi asam formay dengan beebrapa cara. Namun di beberapa tempat, cara terapi ini cenerung kompleks lantaran berbenturan dengan budaya dan agama.

Tapi kalau dilihat kegunaannanya dia  bukan narkoba, tapi obat, jelasnya.

Ada obat lain yang bisa mencegah perubahan metanol itu bernama fomepizol. Tapi obat itu belum terdaftar di Indonesia. Obat itu lebih efektif dibanding etanol, dan lebih gampang cara pemberiannya ke pasien. Harga nya masih mahal, katanya. 

Morten dan tim tengah memperjuangkan obat tersebut supaya harganya murah dan bisa terdaftar di Indonesia. Dia tengah bekerjasama dengan WHO supaya obat ini dimasukkan dalam daftar obat utama dalam daftar obat WHO.

AYO BACA : Korban Miras Oplosan Capai 141 Orang, 41 Tewas

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar