Yamaha NMax

Prabowo-Sandi Unggul di Survei Elektabilitas Pilpres Kampus UKRI

  Kamis, 11 April 2019   Nur Khansa Ranawati
Pihak UKRI memperagakan aplikasi yang dipakai untuk melakukan survei, di Kampus UKRI, Kamis (11/4/2019). (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno unggul dalam survei Tren Elektabilitas Capres dan Cawapres yang diselenggrakan Lembaga Afiliasi Pengetahuan Ilmu dan Teknologi (Lapitek) Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) Bandung.

Survei tersebut diklaim melibatkan lebih dari 10.000 responden di sejumlah provinsi di Indonesia, meliputi Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Yogjakarta, Sumatera Selatan, dan Riau.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UKRI Rohmanijar Setiadi mengatakan, riset tersebut dilakukan dengan metode random sampling menggunakan aplikasi khusus yang dibuat oleh tim IT kampus UKRI.

AYO BACA : H-6 Pemilu 2019, Kota Bandung Nihil Titik Rawan

Dalam pelaksanaanya, peserta survei diminta untuk memilih paslon mana yang diharapkan dapat memenangkan Pilpres 2019.

"Kita melakukan random sampling dengan kriteria usia pemilih, itu saja. Total responden di seluruh Indonesia mencapai 10.252 responden dengan margin error 2.25%," jelasnya ketika dijumpai usai konferensi pers presentasi hasil survei di kampus UKRI, Kamis (11/4/2019).

Hasil survei secara nasional menunjukkan paslon 02 unggul dengan presentase 65%, sementara paslon 01 mendapat 37%.

AYO BACA : Mengenal Metode Perhitungan Suara Pemilu Sejak Orde Baru

Ketika ditanya perihal perbedaan suara di antara keduanya yang cukup jomplang di H-6 pemilu, Rohmanijar mengatakan, pihaknya tidak dapat merincikan secara jelas hal tersebut.

"Mungkin karena banyak hal, kita tidak melihat atau menanyakan kenapa responden memilih nomor 01 atau nomor 02, tetapi siapa yang mereka pilih karena kita fokus pada sosok siapa yang diharapkan," ungkapnya.

Sementara itu, ditemui dalam kesempatan yang sama, Rektor UKRI Boyke Setiawan mengatakan, survei tersebut dilakukan agar perguruan tinggi tetap dapat berperan melaksanakan tri dharma perguruan tinggi, sekalipun dalam konteks ajang pertarungan politik.

"Kenapa kami masuk ke ranah politik? Karena konstelasi politik ini adalah sesuatu yang menarik, yang dianggap sakral untuk perguruan tinggi padahal sebenarnya tidak dapat dipisahkan," jelasnya. 

Adapun kampus UKRI merupakan institusi pendidikan yang sempat disambangi Prabowo Subianto dalam kunjungannya ke Kota Bandung, Jumat (8/3/2019). Dalam laman web resmi kampus tersebut, tertera UKRI merupakan kampus yang 'dibangun dari sebuah cita-cita luhur keluarga besar Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo untuk membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik'. Sementara itu, Prabowo Subianto tercatat sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Kebangsaan Republik Indonesia.

AYO BACA : Polri Antisipasi Kerawanan Pemilu di Wilayah Timur

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar