Yamaha NMax

Max 737 Ditangguhkan, Maskapai Cina Tuntut Kompensasi dari Boeing

  Kamis, 11 April 2019   Fira Nursyabani
(Ilustrasi) Petugas Inspektur Kelaikudaraan DKPPU Kementerian Perhubungan dan tekhnisi Lion Air melakukan pemeriksaan seluruh mesin dan kalibrasi dengan menggunakan alat simulasi kecepatan dan ketinggian pesawat pada pesawat Boing 737-Max 8 milik Lion Air di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (12/3/2019). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

BEIJING, AYOBANDUNG.COM -- Maskapai penerbangan China Eastern menuntut pemberian kompensasi dari Boeing atas penangguhan terbang pesawat komersial bermesin jet jenis 737 Max. China Eastern berencana menambah 60 armada barunya pada tahun ini, 11 unit di antaranya merupakan Boeing 737 Max.

Tidak diketahui pasti, apakah maskapai yang saham mayoritasnya dikuasai oleh Pemerintah Cina itu akan melanjutkan pemesanan tersebut atau tidak. Yang pasti, laman berita Radio Internasional China (CRI), pada Rabu (10/4/2019), mengatakan maskapai yang berkantor pusat di Shanghai tersebut telah mengajukan tuntutan pemberian kompensasi dari Boeing.

AYO BACA : Maskapai Asal Brasil Lanjutkan Pemesanan 100 Pesawat Boeing 737 Max 8

Meskipun demikian proses pengajuan kompensasi tersebut tetap bergantung pada apakah persoalan rancang bangun pesawat itu sebagai salah satu faktor utama yang memicu terjadinya kecelakaan atau tidak.

Lembaga Penerbangan Sipil China (CCAA) mengumumkan penangguhan operasional pesawat jenis Boeing 737 Max setelah pesawat sejenis milik maskapai Ethiopian Airlines jatuh pada 10 Maret lalu dan menewaskan 157 orang di dalamnya. Sejumlah negara juga mengambil kebijakan yang sama.

AYO BACA : Garuda Ingin Tukar 49 Unit 737 Max 8, Boeing Masih Pikir-pikir

Beberapa maskapai penerbangan Cina mengoperasikan lebih dari 95 unit pesawat Boeing 737 Max, sehingga negara itu menjadi salah satu negara pengguna terbesar pesawat tersebut.

CCAA mengaku telah menerima undangan dari Lembaga Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat (AS) untuk bersama-sama mengamati sistem pengendali otomatis yang terpasang di Boeing 737 Max tersebut, pada Kamis (11/4/2019). Sampai saat ini faktor penyebab utama jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines itu belum diungkap ke publik.

Seorang karyawan China Eastern menuturkan bahwa penangguhan pesawat Boeing 737 Max sedikit berpengaruh terhadap maskapai tersebut karena kebijakan itu diambil setelah puncak arus mudik dan balik libur Tahun Baru Imlek.

AYO BACA : Ditanya Hasil Pertemuan dengan Boeing, Dirut Garuda Bungkam

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar