Yamaha Aerox

Industri Tekstil Penyumbang Terbesar Pajak di Jawa Barat

  Rabu, 10 April 2019   Dadi Haryadi
Industri tekstil penyumbang terbesar pajak di Jawa Barat. (Istimewa)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM‚ÄĒIndustri pengolahan, khususnya tekstil dan produk tekstil (TPT), memiliki kontribusi besar terhadap penerimaan pajak. Karena itu, perlu kemudahan bagi para pelaku industri dalam membayar pajak.

Kepala Kanwil DJP Jawa Barat I Neilmaldrin Noor mengatakan, tahun ini pihaknya menargetkan penghimpunan pajak sebesar Rp34,79 triliun. Dari angka tersebut, KPP Madya Bandung menjadi salah satu andalan dengan target kontribusi Rp13,45 triliun atau 38,7% dari total target.

"Kami terus meningkatkan kepatuhan wajib pajak melalui pembinaan dan pengawasan," ujarnya usai Tax Gathering di The Trans Luxury Hotel, Rabu (10/4/2019).

AYO BACA : Revitalisasi Jadi Syarat Mutlak Hidupkan Industri Tekstil dan Pakaian di Jabar

Sejalan dengan makin meningkatnya amanah target penerimaan pajak setiap tahun, DJP terus melakukan perubahan yang diwujudkan dengan Reformasi Perpajakan. Beberapa langkah yang telah ditempuh antara lain adalah joint program dengan Bea Cukai meliputi joint analysis dan operation (termasuk didalamnya joint profile, joint proses bisnis, joint audit dan joint investigation), joint collection dan secondment.

"Kami juga berupaya memahami proses bisnis para pelaku usaha. Kami melakukan joint program dengan Bea Cukai karena banyak pelaku industri yang impor sehingga bisa punya data yang lebih akurat," kata Neil.

Sementara itu, Kepala KPP Madya Bandung Andi Setiawan menjelaskan pihaknya membina dan mengawasi 963 wajib pajak badan. Sebagian besar bergerak di industri pengolahan, khususnya tekstil.

AYO BACA : Segitiga Rebana Solusi Pemprov Jabar Genjot Pertumbuhan Industri Tekstil dan Pakaian

Menurutnya, saat ini para pelaku usaha sedang mengalami perlambatan bisnis sehingga ikut mempengaruhi penerimaan pajak. Namun, diperkirakan akan kembali bangkit dalam sembilan bulan kedepan.

Demi memudahkan wajib pajak badan mengirimkan dokumen atau laporan, pihaknya meluncurkan aplikasi android M-Tax 441. "Dengan adanya aplikasi ini maka tidak pelaku repot lagi bolak balik mengirimkan dokumen," ucapnya.

KPP Madya Bandung, kata Andi, juga memberikan apresiasi dalam bentuk penghargaan kepada wajib pajak badan yang punya kontribusi signifikan terhadap penerimaan pajak. Melalui Tax Gathering, pihaknya juga berupaya membangun komunikasi dua arah antara wajib pajak dengan petugas pajak.

"Tahun ini kami memberikan penghargaan kepada 10 wajib pajak badan dengan kontribusi terbesar. Pemberian penghargaan ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi wajib pajak lainnya," pungkasnya.

AYO BACA : Industri Tekstil Lesu Seiring Menurunnya Daya Beli Masyarakat

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar