Yamaha Aerox

Stok Pupuk untuk Tanam Gadu di Jawa Barat Aman

  Rabu, 10 April 2019   Erika Lia
Stok pupuk di Gudang Lini 3 Mundu milik PT Pupuk Kujang. Menghadapi musim tanam gadu 2019 pada April-September, stok pupuk dipastikan aman. (Istimewa)

KEDAWUNG, AYOBANDUNG.COM—Menghadapi musim tanam gadu 2019, khususnya di Wilayah Ciayumajakuning, stok pupuk dipastikan aman.

Kepala Bagian Hubungan Eksternal PT Pupuk Kujang Indra Gunawan menyebutkan, saat ini ketersediaan pupuk mencapai 7.247 pupuk urea atau 633% dari ketentuan sebesar 1.143 ton. Sementara itu, pupuk organik tersedia 155 ton atau 254% dari ketentuan 60 ton.

"Untuk pemenuhan kebutuhan stok pupuk NPK Phonska di Wilayah Cirebon merupakan tanggung jawab PT Petrokimia Gresik," kata Indra kepada sejumlah media massa, Rabu (10/4/2019).

AYO BACA : 7 Pejabat Kena OTT KPK Terkait Kasus Distribusi Pupuk

Untuk penyaluran pupuk bersubsidi,  PT Pupuk Kujang sebagai anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) bekerja sama dengan stakeholder dan masyarakat yang aktif dalam memantau penyaluran pupuk untuk sektor tanaman pangan. Dengan begitu, diharapkan pupuk bisa sampai ke tangan petani dengan tepat tempat, harga, jumlah, mutu, jenis, dan waktu.

Untuk Jawa Barat secara keseluruhan, stok pupuk pun dipastikannya aman untuk memenuhi kebutuhan musim tanam. Selain itu, stok pupuk juga aman untuk wilayah Banten, hingga awal dua bulan ke depan.

Dalam menjamin distribusi pupuk urea bersubsidi dan mencegah terjadinya penyimpangan penyaluran di lapangan, pemerintah menerapkan sistem Distribusi Pupuk Bersubsidi secara tertutup menggunakan sistem distribusi dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

AYO BACA : Terkait OTT, Manajemen PT Pupuk Indonesia Tunggu Keterangan Resmi KPK

"Sesuai ketentuan Kementerian Pertanian, produsen pupuk diwajibkan menyimpan stok untuk kebutuhan dua minggu ke depan. Tapi, kami menyiapkan stok untuk dua bulan ke depan bahkan lebih," paparnya.

Hal itu, klaimnya, untuk mencegah terjadinya kelangkaan saat terjadi lonjakan permintaan di musim tanam. Untuk Jabar dan Banten sendiri, stok urea mencapai 80.712  ton atau 295% dari ketentuan 26.874 ton.

Sementara itu, stok NPK mencapai 47.143 ton atau melebihi delapan kali lipat dari ketentuan 5.072 ton. Stok pupuk organik mencapai 9.583 ton atau 298% dari ketentuan 3.213 ton.

"Ketersediaan pupuk yang banyak ini sebagai persiapan musim tanam pada April-September," cetusnya.

Pada awal April 2019, pencapaian realisasi penyerapan pupuk urea bersubsidi di Jabar-Banten mencapai 168.034 ton. Jumlah ini setara dengan 89% dibanding kebutuhan Dinas Pertanian sebanyak 187.682 ton.

PT Pupuk Kujang sendiri memproduksi urea berkapasitas 1.140.000 ton/tahun, pupuk NPK 200.000 ton/tahun, dan pupuk organik 20.000 ton/tahun. Angka itu melebihi kebutuhan pupuk untuk di wilayah Jawa Barat dan Banten selama satu tahun berdasarkan ketentuan.

AYO BACA : Pejabatnya Kena OTT KPK, Dirut PT Pupuk Gelar Rapat Mendadak

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar