Yamaha Lexi

Hilang di Samudra Pasifik, Jet Tempur Jepang Ditemukan Jadi Puing

  Rabu, 10 April 2019   M. Naufal Hafiz
Anggota Pasukan Bela Diri Darat Jepang Brigade Udara 1 mengikuti latihan militer tahunan di Funabashi, Jepang, Minggu (13/1). Sekitar 300 tentara dan 20 pesawat mengikuti latihan tersebut. (REUTERS/Toru Hanai)

TOKYO, AYOBANDUNG.COM—Tim pencari dan penyelamat menemukan reruntuhan sebuah pesawat tempur siluman milik Jepang F-35, buatan Lockheed Martin, yang pada Selasa (9/4) menghilang di atas Samudra Pasifik di Jepang utara, kata seorang juru bicara militer, Rabu (10/4/2019).

"Kami menemukan reruntuhan dan memastikan bahwa itu adalah puing-puing F-35," kata juru bicara Angkatan Udara Bela Diri Jepang. Ia menambahkan bahwa pilot pesawat masih belum ditemukan.

Jet tempur canggih dengan satu kursi itu sedang terbang di sekitar 135 kilometer sebelah timur pangkalan udara Misawa di Prefektur Aomori pada Selasa sekitar pukul 19.27 waktu setempat ketika menghilang dari radar, kata Angkatan Udara.

Pesawat tersebut berumur kurang dari setahun dan diterima Angkatan Udara Bela Diri Jepang pada Mei tahun lalu, kata sang juru bicara.

AYO BACA : Honda Riding Assist-e, Motor Listrik Berteknologi Robot yang Anti Jatuh

Skuadron F-35 pertama yang dimiliki Jepang telah beroperasi di Misawa. Sementara itu, Pemerintah Jepang berencana membeli 87 pesawat jet siluman untuk memperbarui pertahanan udaranya di tengah kekuatan militer Tiongkok yang meningkat.

Dengan kecelakaan tersebut, sudah ada dua jet F-35 yang jatuh sejak pesawat tersebut mulai terbang hampir dua dekade lalu.

Insiden tersebut juga merupakan pertama kalinya pesawat jet tempur tipe A dari generasi kelima jatuh.

Pesawat jenis itu dirancang untuk menembus pertahanan musuh dengan menghindari pelacakan radar.

AYO BACA : Misteri Pilot Ketiga di Kokpit Pesawat Lion Air, Sehari Sebelum Jatuh

Lockheed Martin, perusahaan yang membuat pesawat itu mengatakan, pihaknya akan mendampingi Angkatan Udara Bela Diri Jepang jika diperlukan. Departemen Pertahanan AS mengatakan sedang mengamati situasi.

Pada September tahun lalu, sebuah pesawat F-35B yang berkemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal (STOVL) milik AS jatuh di dekat Pangkalan Udara Korps Marinir Beaufort di South Carolina, Amerika Serikat.

Peristiwa tersebut membuat pesawat jenis itu dilarang terbang untuk sementara. Lockheed Martin juga membuat jet tempur versi C, yang dirancang untuk dapat lepas landas dari kapal induk.

Jet-jet F-35 yang dibeli Jepang akan termasuk 18 pesawat STOVL jenis B, yang akan dioperasikan di pulau-pulaunya di dekat Laut China Timur.

Jet-jet tersebut dikirim ke Jepang oleh Lockheed Martin dan dirakit oleh Mitsubishi Heavy Industries Ltd di sebuah pabrik dekat Nagoya di Jepang tengah. Setiap pesawat bernilai sekitar 100 juta dolar AS (sekitar Rp1,4 triliun), agak lebih mahal dibandingkan dengan biaya untuk membeli pesawat yang sudah selesai dirakit.

AYO BACA : Pesawat Heli Jatuh, Hoaks Uang Satu Kardus Muncul

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar