Yamaha

Terancam Punah, Populasi Burung Elang Flores Hanya Sekira 10 Ekor

  Rabu, 10 April 2019   M. Naufal Hafizh
Burung elang flores di kawasan wisata Taman Nasional Kelimutu, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (Dok. Balai Taman Nasional Kelimutu)

KUPANG, AYOBANDUNG.COM—Bupati Ende Marsel Petu mengatakan bahwa populasi burung elang flores di kawasan wisata Taman Nasional Kelimutu semakin terancam. Sekarang, lanjutnya, yang tersisa hanya sekitar 10 elang saja.

AYO BACA : Hewan Ini Miliki 4 Penis dan 414 Kaki

"Tinggal kurang lebih sekitar 10 ekor saja di Kelimutu," katanya di Kupang, Rabu (10/4/2019).

AYO BACA : Melihat Spesies Anggrek Langka di Orchid Forest

Ia mengatakan, burung elang flores (Nisaetus floris) kini makin langka, padahal fauna itu punya nilai penting dalam sejarah Indonesia karena menginsipirasi proklamator Soekarno menetapkan warna bendera negara ketika menjalani pengasingan di Ende tahun 1934-1938.

"Elang flores itu dadanya warna putih, sayapnya warna merah, itulah yang mengilhami Soekarno untuk menetapkan bendera negara Indonesia berwarna merah-putih," kata Marsel.

"Selama lima tahun terakhir, ketika kami menggelar Parade Kebangsaan, elang-elang flores ini selalu beterbangan di langit Kota Ende, sehingga menjadi sesuatu yang dianggap mistik," katanya merujuk pada parade menyambut hari lahir Pancasila setiap 1 Juni.

Ia meminta pengelola Taman Nasional Kelimutu menjaga populasi elang flores yang tersisa dan menganjurkan warga sekitarnya agar tidak menjadikan burung itu sebagai sasaran perburuan.

AYO BACA : Fenomena Langka Awan Berlubang di Langit Uni Emirat Arab

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE