Yamaha Lexi

BPR Kertaraharja Mulai Rambah Layanan Fintech

  Selasa, 09 April 2019   Mildan Abdalloh
Ilustrasi fintech.

SOREANG,AYOBANDUNG.COM -- Diusianya yang ke-4 tahun, BUMD Kabupaten Bandung, PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kerta Raharja, Kabupaten Bandung mulai merambah usaha finansial technology (Fintech).

Direktur Utama PT BPR Kerta Raharja Kabupaten Bandung, Mohammad Soleh Pios, mengatakan layanan keuangan fintech saat ini makin berkembang pesat. Tidak sedikit layanan keuangan fintech menyasar usaha kecil menengah yang menjadi salah satu keunggulan BPR Kertaraharja.

"Dengan kemudahan layanan yang ditawarkan fintech, akan menambah layanan kepada masyarakat," tutur Pios, Selasa (9/4/2019).

Dalam merambah pemanfaatan teknology perbankan, BPR Kertaharja  telah bekerja sama dengan PT USSI untuk menciptakan aplikasi smartphone yaitu IBS Collect.

"Aplikasi ini untuk meningkatkan pelayanan tabungan dengan cara jemput dana. Kami juga telah meluncurkan Payment Point Online Bank yaitu IBS Mobile," ungkapnya.

Pios melanjutkan, walaupun baru berusia 4 tahun dua hari lalu, namun BPR Kertaraharja telah menjadi bank milik Pemerintah Daerah yang disegani karena terus melakukan inovasi dalam pelayanan.

“Alhamdulillah, hingga saat ini PT BPR Kerta Raharja masih kokoh berdiri sebagai salah satu BUMD yang cukup disegani,” ujarnya.

Terlebih selama perjalanan, performa BUMD Kabupaten Bandung ini terus meningkat yang dilihat dari total aset yang mencapai Rp309 miliar, naik 36.77 persen dari awal perusahaan berdiri. Termasuk tabungan mencapai Rp118 miliar atau naik 33.40 persen. Deposito pun Rp81 miliar atau naik 38.84 persen.

Selain itu, penempatan pada bank lain mencapai Rp93 miliar atau naik 37.50 persen dan kredit yang disalurkan mencapai Rp209 miliar atau 35.39 persen sejak dari awal perusahaan berdiri.

Capital adequacy ratio (CAR) juga terbilang masih sehat termasuk LDR. Selain itu, cash ratio jauh diatas Bank Indonesia sebesar 18.47 persen. ROA bank pun dalam status yang sehat. Termasuk, BOPO, KAP, NPL dan PPAP.

Meski dalam kondisi yang bagus, ia berharap agar semua jajaran tidak terlena. Sebab fundamental bisnis PT BPR Kerta Raharja belum kuat. 

Menurutnya, untuk mempunyai daya saing yang tinggi di bidang perbankan. Maka pihaknya dituntut untuk menghimpun dan menyalurkan dana secara efektif dan efisien.

“Tanpa kerja keras, pemikiran yang kreatif dan inovatif dari seluruh elemen mak mustahil tuntutan untuk meningkatkan daya saing perusahaan dapat tercapai,” tutupnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar