Yamaha Mio S

Itenas Kembangkan Mobil Tenaga Listrik

  Selasa, 09 April 2019   Nur Khansa Ranawati
Institut Teknologi Nasional (Itenas) berhasil menciptakan kendaraan bertenaga listrik EV Hero yang saat ini salah satu di antaranya akan diproduksi dalam skala besar. (Nur Khansa Ranawati/ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COMĀ -- Institut Teknologi Nasional (Itenas) patut berbangga. Pasalnya, tim yang tergabung dalam Laboratorium Perancangan Kendaraan Listrik kampus tersebut berhasil menciptakan sejumlah kendaraan bertenaga listrik yang saat ini salah satu di antaranya akan diproduksi dalam skala besar.

Laboratorium yang beranggotakan civitas akademia Itenas lintas jurusan tersebut awalnya mengembangkan prototipe mobil bertenaga listrik jenis crossover dengan dana pengembangan total kurang dari Rp1 miliar rupiah dari Kemenristekdikti. Mobil listrik generasi pertama ini dinamai EV Hero.

AYO BACA : Kona Jadi Tulang Punggung Hyundai Indonesia

Ide penciiptaan EV Hero muncul untuk menjawab tantangan alternatif pengembangan kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Mobil ini mulai dibuat sejak 2014.

"Kendaraan biasa sudah banyak ditinggalkan, sekarang sudah banyak yang lari ke hybrid. Kalau kita mengembangkan mobil bahan bakar fossil maka akan ketinggalan zaman. Maka dari itu kami kembangkan kendaraan dengan green emision," ungkap Project Manager EV Hero, Faisal Muhammad Daud ketika ditemui di Gedung Sate, Selasa (9/4/2019).

AYO BACA : Tiga Produsen Otomotif Bentuk Konsorsium Keselamatan Swakemudi

Adapun mobil listrik bertenaga baterei 200 ampere ini dapat digunakan dengan jarak tempuh hingga 100 kilometer. Setelah itu, baterei perlu dicharge dengan adaptor dan dapat dicharge di sumber listrik mana saja.

"Kecepatan EVHero ada di 70 km per jam, karena masih prototype. Sebenarnya kalau spesifikasinya mau ditambah gampang saja," jelasnya.

Mereka kemudian kembali menciptakan mobil listrik dengan spesifikasi yang lebih canggih bermodelkan sports car. Hanya dalam 101 hari sejak Mei hingga Agustus 2018, mobil listrik generasi kedua, V8 VADI kemudian lahir. Mobil berkecepatan hingga 120 kilometer per jam ini berhasil diciptakan dengan didanai swasta.

Rencananya, V8 akan diproduksi dalam jumlah cukup besar untuk dijual di pasar lokal dan untuk memasok kendaraan dinas kepolisian. "Rencananya kami akan lepas di pasar lokal, tapi dari pihak pemilik inginnya masuk sebagai mobil patroli atau patwal," ungkapnya.

Dia juga mengaku mobil tersebut sudah lulus uji kelayakan dan pihak kepolisian menyambut baik hal tersebut. "Banyak permintaan, banyak yang bilang bahwa mobil ini cocoknya jadi mobil patwal. Lagipula mereka (Patwal) jatah BBM nya dikurangi. Makannya cocok," jelasnya.

AYO BACA : Hanya 900 Unit, Lamborghini Aventador SVJ Siap Mengaspal di Indonesia

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar